Kalimantan TimurKutai KartanegaraOlahraga

Run Street Ramadhan Cup 2026: Ajang Olahraga dan Ekonomi Lokal

PENA KALTIM – Jalan Monumen Timur di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi pusat perhatian menjelang tengah malam. Ratusan warga berkumpul, siap menyaksikan balap lari bertajuk Run Street Ramadhan Cup 2026.

Kamis dini hari, 26 Februari 2026, suasana semakin meriah dengan sorak dan tepuk tangan yang berkumandang tanpa henti begitu lomba dimulai.

Kompetisi ini telah mendapatkan izin dari kepolisian dan didukung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar. Sponsor acara ini adalah Yayasan Arjuna dan sejumlah pihak swasta.

Sebanyak 300 peserta telah mendaftar dalam lomba yang akan berlangsung dari 25 Februari hingga 19 Maret 2026. Mereka akan berlari dengan telanjang kaki sepanjang 100 meter. Di antara peserta malam itu, ada Alika Shakira, 12 tahun, siswi SD 028 Tenggarong.

Ia bukan pendatang baru di dunia atletik dan telah menorehkan sejumlah prestasi di ajang olahraga remaja tingkat daerah.

Perempuan cilik ini menceritakan bahwa pertandingan lari di bulan suci Ramadhan menjadi ajang yang menyenangkan baginya.

“Pertandingan lari di bulan suci Ramadan menjadi ajang yang menyenangkan,” ucapnya.

Alika adalah atlet cilik daerah yang pernah meraih juara kedua pada Pekan Olahraga Remaja 2024 dan juara satu pada 2025.

Peserta lain, Caca Rahmadani, 17 tahun, juga memiliki pengalaman yang sama. Ia rutin mengikuti event lari malam selama Ramadan sejak 2024.

Atlet sprint asal Kutai Kartanegara itu menilai kegiatan tersebut sebagai ruang positif bagi warga.

Caca adalah atlet berprestasi daerah yang meraih juara dua pada Pra-Pekan Olahraga Provinsi (Pra-Porprov) 2025 di nomor lari 100 meter, mewakili Kukar. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menapaki level kompetisi berikutnya.

“Jika dikelola konsisten, event seperti ini bisa menjadi tempat atlet sprint daerah untuk berkembang dan berprestasi,” sebutnya.

Ketua Panitia Run Street Ramadhan 2026, Jordi, mengatakan bahwa ajang ini adalah agenda tahunan yang telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut dengan peningkatan peserta yang signifikan.
Tahun lalu, jumlah peserta hanya sekitar 200 orang.

“Ini menjadi pembuka terbaik kami di awal Ramadhan,” katanya.

Lomba ini terbuka untuk umum, baik putra maupun putri, tanpa pembatasan usia secara ketat. Panitia menyediakan total hadiah Rp5 juta untuk setiap kategori, serta uang pembinaan dan doorprize bagi penonton.

UMKM juga diberi ruang untuk berjualan di sekitar lokasi tanpa dipungut biaya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button