Ribuan Pelaku Ekraf Disasar, Dispar Kukar Siapkan Penguatan Kreativitas dari Kota hingga Desa

TENGGARONG – Pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf) terus didorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai salah satu penggerak ekonomi baru di luar sektor ekstraktif. Melalui Dinas Pariwisata (Dispar), pembinaan diarahkan bukan hanya untuk pelaku di kawasan perkotaan, tetapi juga merata hingga tingkat desa dan kecamatan.
Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, menyatakan pihaknya menempatkan diri sebagai sektor pendukung program Kukar Idaman Terbaik, khususnya pada penguatan kapasitas pelaku Ekraf. Fokus awal digarap pada subsektor seni pertunjukan, termasuk kesenian tradisional yang menjadi identitas daerah.
“Di sini kami sebagai sektor pendukung program daerah Kukar Idaman Terbaik. Ini sejalan di bidang kami, bagaimana kami meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dari teman-teman ekonomi kreatif,” jelas Antoni.
Dari Tari Jepen hingga Fotografi dan Animasi
Antoni menerangkan, pembinaan tidak berhenti pada aspek artistik di panggung. Para pelaku seni dan sanggar didorong memahami konsep pertunjukan yang baik, manajemen acara, hingga teknis penampilan agar karya yang disuguhkan memiliki standar kualitas yang semakin terjaga.
Seni pertunjukan seperti tari jepen menjadi salah satu pintu masuk penting, karena memiliki akar kuat dalam tradisi budaya Kukar. Namun, Dispar Kukar juga membuka ruang pengembangan di berbagai subsektor lain yang kian diminati generasi muda.
“Di samping itu ada sektor potensial, ada fotografi, animasi, musik, dan video,” tambah Antoni.
Dengan pendekatan lintas subsektor ini, pelaku Ekraf diharapkan mampu menangkap peluang baru, baik untuk kebutuhan industri hiburan, promosi pariwisata, maupun produksi konten digital yang bernilai ekonomi.
Menjangkau 3 Ribu Pelaku Ekraf di Tingkat Desa dan Kecamatan
Antoni menyebut, sasaran pembinaan tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten. Dispar Kukar menyiapkan pola pendampingan yang menyentuh komunitas dan pelaku Ekraf di hampir semua kecamatan, termasuk desa-desa yang memiliki potensi seni dan budaya lokal.
“Kalau bicara target, jadi semua pelaku Ekraf di tingkat desa dan kecamatan di Kukar, sebanyak kurang lebih 3 ribu pelaku, dan komunikasi akan kita bantu untuk berkembang selama lima tahun ke depan,” tutup Antoni.
Melalui penguatan kapasitas ribuan pelaku Ekraf tersebut, Pemkab Kukar berharap lahir ekosistem kreatif yang tangguh, mampu mengolah kekayaan budaya lokal menjadi karya bernilai ekonomi, sekaligus mengangkat citra pariwisata Kukar di tingkat regional maupun nasional. (Adv)




