PariwaraPariwara Diskominfo Kukar

Pascakebakaran, Kelurahan Melayu Kukar Siapkan Penataan Permukiman Padat

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyiapkan penataan ulang kawasan permukiman terdampak kebakaran di RT 3 dan RT 33, Jalan Danau Aji dan Jalan AM Alimuddin. Pembenahan infrastruktur, terutama akses jalan dan drainase, menjadi prioritas agar mobil pemadam kebakaran dapat menjangkau kawasan yang selama ini sulit diakses.

Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, mengatakan penataan kawasan perlu dikoordinasikan dengan sejumlah instansi sebelum warga membangun kembali rumah mereka secara permanen. Langkah ini bertujuan memastikan pembangunan sesuai dengan rencana pembenahan lingkungan yang akan disiapkan pemerintah.

Sejumlah instansi yang direncanakan terlibat dalam pembahasan tersebut meliputi Dinas Perumahan dan Permukiman, Badan Pertanahan Nasional (BPN), instansi yang membidangi pertanahan dan tata ruang, Dinas Pemadam Kebakaran, PDAM, serta instansi terkait lainnya.
Setelah koordinasi lintas instansi, pemerintah kelurahan akan menyosialisasikan rencana penataan kepada warga terdampak. Hafidz menegaskan, sosialisasi perlu dilakukan sebelum pembangunan rumah permanen dimulai agar tidak berbenturan dengan rencana penataan kawasan.

“Jangan sampai warga membangun rumah lebih dulu sebelum sosialisasi penataan kawasan,” kata Hafidz, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, beberapa titik di kawasan terdampak telah ditimbun. Namun, pekerjaan itu masih bersifat sementara dan belum menjadi bagian dari penataan menyeluruh yang sedang disiapkan.

Menurut Hafidz, keterbatasan akses jalan dan kepadatan bangunan menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, pemerintah akan memprioritaskan pembenahan jalan dan drainase untuk mendukung mobilitas warga sekaligus mempermudah penanganan jika terjadi kebakaran.

Sambil menyiapkan rencana jangka panjang, pemerintah kelurahan juga memperkuat langkah pencegahan kebakaran selama musim kemarau. Pengurus RT telah diimbau mengaktifkan kembali ronda malam dan meningkatkan pengawasan terhadap kondisi lingkungan.

“RT sudah diimbau untuk meningkatkan penjagaan lingkungan,” kata Hafidz.

Selain meningkatkan pengawasan, pemerintah telah menempatkan dua tandon air berkapasitas masing-masing 5.500 liter di RT 3 dan RT 33 di Kelurahan Melayu. Penempatan tandon ditujukan untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan air saat kebakaran terjadi. Fasilitas itu juga diharapkan membantu penanganan darurat di lokasi yang sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran akibat gang sempit.

“Kondisi gang di tengah permukiman tidak memungkinkan mobil masuk. Karena itu, tandon ditempatkan di sana,” terangnya. (adv/diskominfokukar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button