Kutai KartanegaraPariwara Pemkab Kukar

60 Ribu Nelayan dan Pembudidaya Disasar, Kukar Genjot Penguatan Ekonomi Perikanan Rakyat

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) semakin memantapkan sektor perikanan sebagai salah satu penopang utama kemandirian pangan daerah. Melalui Program Petani, Peternak dan Nelayan Tangguh, ribuan nelayan dan pembudidaya ikan produktif disasar sebagai penerima berbagai bentuk penguatan usaha, mulai dari sarana-prasarana hingga peningkatan kapasitas SDM.
Program ini dibangun untuk menguatkan hingga 100 ribu pelaku sektor pangan di Kukar. Dari jumlah tersebut, porsi besar diarahkan ke subsektor perikanan sebagai tulang punggung produksi hasil laut dan perairan umum yang menopang kebutuhan Kalimantan Timur (Kaltim) maupun Ibu Kota Nusantara (IKN).
Untuk perikanan, pemkab menargetkan 60 ribu sasaran nelayan dan pembudidaya ikan produktif, yang terdiri atas 35 ribu nelayan dan 25 ribu pembudidaya se-Kukar. Jumlah ini merupakan penguatan dari Program 25 ribu Nelayan dan Pembudidaya Ikan Produktif yang telah digulirkan sebelumnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Nelayan Kecil di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Asli Husaini, menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan prioritas telah disiapkan untuk memperkuat usaha nelayan kecil maupun pembudidaya ikan, baik dari sisi bantuan fisik maupun peningkatan kompetensi.
Di tingkat nelayan kecil, DKP Kukar mengalokasikan bantuan alat tangkap dan sarana operasional. Paket bantuan di antaranya meliputi bubu, jaring, serta alat tangkap rakang untuk kepiting. Nelayan juga difasilitasi perahu dan kapal berikut mesinnya sesuai karakter perairan.
“Perahu yang diberikan berupa perahu fiber di perairan umum dengan mesin ketinting, dan perahu kayu untuk perairan pesisir dengan mesin diesel,” ucap Asli Husaini.
Dukungan untuk Pembudidaya: Dari Sarana Budidaya hingga Pakan
Untuk pembudidaya ikan, perhatian diarahkan pada jaminan ketersediaan sarana budidaya. Pemerintah membantu pengadaan media pemeliharaan seperti Keramba Jaring Apung (KJA) dan kolam, serta penyediaan benih ikan dan pakan. Pola ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan produksi dan mendorong peningkatan pendapatan pembudidaya di sentra-sentra perikanan Kukar.
Penguatan SDM juga menjadi prioritas. DKP Kukar menyiapkan program pelatihan dan pembinaan berkala agar para pelaku usaha perikanan mendapatkan akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan informasi terbaru. Setiap tahun, ditargetkan sedikitnya 1.000 pembudidaya mengikuti pelatihan teknis yang digelar secara bertahap.
Di sisi lain, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nelayan juga dipacu. Pada 2026, DKP Kukar menjadwalkan program pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi 500 nelayan kecil se-Kukar, dengan materi yang tidak hanya menyentuh keterampilan praktis, tetapi juga sertifikasi profesi.
“Pelatihan yang diberikan meliputi perbaikan mesin kapal, pelatihan pembuatan perahu fiber, dan sertifikasi kecakapan nelayan,” tutup Asli Husaini.
Melalui rangkaian intervensi sarana, pelatihan, dan sertifikasi tersebut, Pemkab Kukar berharap sektor perikanan rakyat semakin tangguh menghadapi tantangan ke depan. Nelayan dan pembudidaya diharapkan tidak hanya mengandalkan bantuan, tetapi mampu mengelola usaha secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Kukar sebagai salah satu lumbung pangan berbasis perikanan di Kaltim dan IKN. (Adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button