Menu

Mode Gelap
Misra Seniman Yang Siap Maju Menjadi Legislator Kukar Tiga Wanita Hamil yang Ditahan dalam Kasus Judi di Kukar, Diharap Menerima Penangguhan Penahanan Bacaleg Muda Nasdem Kukar Annisa Mulia Utami Siap Bertarung di Pesta Demokrasi 2024 Pengantaran Berkas Bacaleg PDI Perjuangan Kukar Diiringi Pawai Baju Adat Nusantara Prajurit TNI asal Kukar Meninggal di Makassar, Kini Kasusnya Diusut Polisi Militer

Uncategorized · 22 Jan 2024 15:32 WIB ·

Upaya Perlawanan Warga Menghentikan Tambang Ilegal di Mangkurawang


Upaya Perlawanan Warga Menghentikan Tambang Ilegal di Mangkurawang Perbesar

penakaltim.id Warga Dusun Sukodadi, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, terus bergerak melawan tambang batu bara tanpa izin. Mereka melakukan sejumlah upaya agar daerah yang mayoritas kawasan pertanian itu tetap terjaga dari kerusakan lingkungan.

 

Salah satu warga Sukodadi, Mangkurawang, Fathur Rahman, mengatakan, penolakan aktivktas tambang yang ada di kawasan itu dilakukan bukan tanpa alasan. Penolakan oleh warga merupakan upaya agar menjaga daerah pertanian setempat tetap produktif dan menjamin keberlanjutan usaha tani ke depan.

 

Ia kemudian menerangkan saat ini diketahui ada empat lokasi tambang pada wilayah pemukiman Sukodadi. Kawasan pengerukan tambang itu berlokasi di RT 14, 15, 16, dan 17 dan notabe daerah perbukiran yang merupakan lokasi serapan air.

 

Menurutnya jika serapan air tidak ada lagi nantinya dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kawasan pertanian yang ada di wilayah tersebut. Tentu saja katanya, hal itu dapat merugikan warga yang mayoritasnya berprofesi sebagai petani padi sawah.

 

“Luas lahan sawah disini sekitar 200 hektare dan kawasan pertanian yang produktif sekitar 50 persen,” ungkap Fathur Rahman, pada Senin, 22 Januari 2024.

 

Aktivitas tambang yang diduga ilegal tersebut dikatakannya baru berjalan beberapa bulan yang lalu dan hingga saat ini masih berproses. Bahkan, ia juga sudah mendatangi lokasi tambang untuk menegur agar aktivitas tersebut tidak dilanjutkan, dengan alasan akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

 

Kemudian dia menuturkan, diskusi dengan penanggung jawab di lokasi penambangan pun sudah dilakukan. Bahkan, ia bersama sejumlah Ketua Rukun Tetangga (RT) di Sukodadi juga sudah bertemu dengan lurah setempat membicarakan perihal tersebut dan meminta agar penambangan segera dihentikan.

 

“Kami sudah membicarakan problem tersebut dengan lurah disini, kebetulan lurah tadi ada urusan dan diskusi ini akan kita lanjutkan nanti,” sebutnya.

 

Terdapat empat titik lokasi tambang di kawasan dusun dan letaknya hanya beberapa ratus meter dari pemukiman warga. Menjadi kendala sulitnya aktivitas tersebut dihentikan, yaitu adanya izin dari pemilik lahan. Meskipun begitu, sebagian warga Spontan tetap tidak mengingikan adanya aktivitas penambangan tersebut.

 

“Ada dua titik lokasi yang sudah digarap, itu lokasi lahannya lereng perbukitan dan kami izinkan untuk dilanjutkan. Alasannya, jika dibiarkan dikhawatirkan akan bersampak terhadap kemiringan tanah, namun setelahnya kami minta di tutup kembali dan dua titik lokasi lainnya kami minta dihentikan,” pungkasnya.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Keberhasilan Pembibitan Kader Bawa PDI Perjuangan Menangkan Pemilu Legislatif di Kukar

22 Februari 2024 - 14:16 WIB

PDI Perjuangan Raih Kemenangan Gemilang di Kutai Kartanegara

17 Februari 2024 - 10:21 WIB

Peserta HKG Se-Kaltim Ikuti Senam Pagi Dan Penanaman Satu Juta Pohon Di Tenggarong

22 Juli 2023 - 14:13 WIB

Mahasiswa KKN ITK Balikpapan Terjun Langsung Bantu Pemberdayaan Wisata Hutan Meranti Karang Joang

12 Juni 2023 - 17:48 WIB

Miliki Kinerja Anggaran Terbaik, Kemenkumham Raih Penghargaan dari Kemenkeu

18 Mei 2023 - 12:30 WIB

Partai Demokrat Kukar Targetkan 6 Kursi di Pemilu 2024

15 Mei 2023 - 16:30 WIB

Trending di Uncategorized