Skema Kredit Tanpa Bunga Kukar Disiapkan Melesat, Plafon Pinjaman Bakal Tiga Kali Lipat

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memoles strategi penguatan ekonomi kerakyatan di luar migas dan batu bara. Melalui skema pembiayaan tanpa bunga, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), petani, dan nelayan diarahkan memiliki akses modal yang lebih sehat, sekaligus terhindar dari praktik pinjaman berbunga tinggi.
Program Kredit Kukar Idaman (KKI) Terbaik menjadi salah satu instrumen utama yang diandalkan. Skema pembiayaan ini dirancang untuk mendukung hilirisasi sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif, yang saat ini diposisikan sebagai tulang punggung ekonomi non-ekstraktif Kukar. Pemerintah daerah menilai, penguatan akses permodalan menjadi kunci agar pelaku usaha di tingkat bawah dapat naik kelas.
Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, berencana mengimplementasikannya pada 2026. Dengan menambah penyertaan modal ke Bankaltimtara senilai Rp 21 miliar, yang berasal dari dividen tahun 2024 lalu. “Akan disertakan kembali ke Bankaltimtara ditahun depan,” jelas dr Aulia.
Tambahan penyertaan modal itu disiapkan untuk mengerek plafon pinjaman yang selama ini maksimal Rp 50 juta per debitur menjadi hingga Rp 150 juta. Kenaikan tiga kali lipat tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan pelaku usaha yang mulai berkembang dan membutuhkan pembiayaan lebih besar untuk ekspansi usaha, pembelian alat produksi, maupun penguatan modal kerja.
Sejak diluncurkan pada 2020, Pemkab Kukar telah menyuntikkan penyertaan modal sebesar Rp 42 miliar guna menopang bergulirnya KKI Terbaik. Dari total tersebut, realisasi penyaluran kredit sudah menembus lebih dari Rp 36 miliar atau sekitar 80 persen. Menariknya, kualitas kredit tergolong cukup baik dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) hanya sekitar 2,5 persen, menunjukkan bahwa mayoritas debitur mampu mengelola pinjaman secara produktif.
Kini, tercatat sekitar 1.800 debitur telah memanfaatkan fasilitas kredit tanpa bunga ini. Pemerintah daerah menargetkan tahun 2025 sebagai fase akselerasi perluasan penerima manfaat, mengingat potensi ekonomi rakyat yang sangat besar. Kukar memiliki sekitar 59 ribu pelaku UMKM, di luar ribuan petani dan nelayan yang sejak 2023 juga mulai terjangkau program KKI Terbaik.
“Kredit ini sangat sehat sekali, tapi Bankaltimtara memang belum berani menaikkan jadi Rp 150 juta karena penyertaan modal yang baru belum masuk,” lanjutnya.
Secara bertahap, dampak keberadaan KKI Terbaik mulai terlihat di lapangan. Akses modal tanpa beban bunga meringankan langkah pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, membantu petani memperkuat pembiayaan sarana produksi, dan memberi nafas baru bagi nelayan dalam memenuhi kebutuhan operasional melaut. Perputaran ekonomi di tingkat desa hingga kecamatan ikut terdorong seiring bertambahnya aktivitas usaha.
“Nelayan, petani dan UMKM juga bagus peningkatannya,” pungkasnya. (Adv)




