Menu

Mode Gelap
Didi Tasidi, Pria Asal Kutai Kartanegara Calon Kuat Jaksa Agung RI Misra Seniman Yang Siap Maju Menjadi Legislator Kukar Tiga Wanita Hamil yang Ditahan dalam Kasus Judi di Kukar, Diharap Menerima Penangguhan Penahanan Bacaleg Muda Nasdem Kukar Annisa Mulia Utami Siap Bertarung di Pesta Demokrasi 2024 Pengantaran Berkas Bacaleg PDI Perjuangan Kukar Diiringi Pawai Baju Adat Nusantara

Uncategorized · 15 Feb 2023 09:56 WIB ·

Batik Kearifan Lokal, Buatan Imam, Membawanya Hingga ke Panggung Nasional


Batik Kearifan Lokal, Buatan Imam, Membawanya Hingga ke Panggung Nasional Perbesar

Imam Pranawa Utama, 58 tahun, mengenakan atasan batik berwana biru dan bawahan jens hitam, siang itu. Menjelaskan satu persatu kain batik yang tersusun rapi di lemari rumah. Termasuk puluhan pakaian dan aksesoris bercorak batik yang tak luput di jelaskan. Semua barang itu adalah karya seni, Imam. Hasil pengalamannya menjadi desainer, selama tiga dekade.

Pada Sabtu, 4 Februari 2023, penakaltim.id bertamu di kediaman, Imam, di Jalan Loa Ipuh, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Ia membuka cerita saat berusia 10 tahun dan masih duduk di kelas empat sekolah dasar. Kala itu ia gemar sekali menggambar. Bukan tanpa alasan, kata Imam. Sejak kecil dia memiliki cita-cita menjadi arsitektur dan interior.

“Cita-cita saya menjadi perancang interior waktu itu” ungkapnya.

Namun karena sesuatu hal. Bukan jurusan arsitek di pilih ketika melanjutkan pendidikan perguruan tinggi. Dia memili masuk Akademi Penilik Kesehatan (APK) Yogyakarta.

Singkatnya pada pertentangan 1986, ia dinyatakan lulus sebagai sarjana muda. Setahun setelahnya ia diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Berkat program ikatan dinas kampusnya. Mewajibkan setiap alumni segera bekerja menjadi abdi negara.

Penempatan kerja, Imam, telah ditentukan yakni Dinas Kesehatan (Dimkes), Kutai Kartanegara. Otomatis membuatnya menjadi perantauan.

Tiba di Kukar dan bekerja beberapa bulan sebagai pegawai negeri sipil. Nilai oleh Imam, gaji PNS golongan lll A untuk lulusan sarjana terbilang cukup kecil. Waktu itu, ia menerima gaji Rp 47 ribu sebagai pegawai. Uang itu dianggap kurang untuk membiayai hidup sebagai perantau. Ia lalu mencari cara menambah pendapatan.

Tidak lama waktu berselang, ia melihat sebuah informasi di surat kabar harian Kaltim, kala itu. Media “Manuntung” namanya. Memiliki rubrik mode khusus desain pakaian. Setiap desain buatan yang dikirim kepada redaksi dan layak di muat pada koran. Akan dibayar sebesar Rp lima ribu rupiah.

Imam tidak menyia-nyiakan kesempatan. Bermodalkan kepercayaan dan pengalaman menggambar. Segera ia desain contoh pakaian untuk dikirim kepada surat kabar.

Ternyata desain pakaian buatan Imam, menarik sekaligus diapresiasi pihak media massa. Ia segera diminta mengirim secara rutin desain pakaian miliknya.

“Setelah itu saya dibayar dua puluh ribu rupiah. Untuk empat gambar desain yang dikirim ke koran setiap bulan,” kata pria kelahiran Surakarta, 25 November 1964 ini.

Semenjak saat itu, Imam yang di nilai cakap membuat desain pakaian. Turut terkenal serta kebanjiran pesanan mendesain batik untuk teman-teman dekat di Tenggarong.

Hingga sampai menerima tawaran dari pemerintah dan universitas di Kukar. Untuk membuat sejumlah konsep pakaian dan menampilkannya pada peragaan busana di Tenggarong, rutin setiap tahun.

Imam lalu terus mengasah kemampuan. Mendesain batik sebari bekerja sebagai PNS. Hingga pada 2010, ia memiliki ide untuk lebih fokus mendesain motif batik bertema kearifan lokal. Di mulai flora, fauna, dan ciri khas budaya Kutai.

“Motif batik lokal saya ciptakan karena belum ada desainer Kukar yang membuat” tuturnya.

Hingga sekarang kata, Imam, sudah ada 20 motif batik ciptaannya. Dan enam motif batik di antaranya sudah memiliki hak paten. Yakni bunga paku raja, pakis, kembang janggut, kue cincin, buah lai, dan motif pakaian miskat.

Awalnya semua karya batik itu tidak akan di jual belikan secara bebas. Tetapi hanya ia jual untuk kalangan tertentu. Namun minat masyarakat yang tinggi untuk memiliki batik buatan Imam. Membuat ia mulai menjual batik secara komersil sejak lima tahun lalu.

“Sudah ada lima dinas di Kukar juga yang menggunakan batik saya,” tandas pria yang juga akrab disapa Imam Mardioto, itu.

Sementara batik yang di jual memiliki harga bervariasi. Mulai batik metode cap ditawarkan seharga Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu. Sedangkan batik tulis tangan, berharga Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta rupiah. Tergantung tingkat kerumitan desain. Tercatat oleh Imam, kurang lebih 7.000 lembar batik sudah terjual, selama lima tahun belakangan.

Pria yang telah memasuki masa pensiun pada akhir 2022 lalu itu. Juga memiliki banyak prestasi di tingkat lokal hingga nasional. Setidaknya ada 20 penghargaan diterima Imam, atas karya batiknya.

Termasuk mengikuti fashion show ternama dan kerap berkeliling di sejumlah daerah tanah air. Sebagai promosi memperkenalkan batik asal Kukar.

Fashion show bergengsi tahunan yang mengumpulkan desainer kawakan tanah air juah telah di ikuti. Seperti, Yogyakarta fashion week, Yogyakarta fashion carnaval, Palu fashion week, dan terakhir Jakarta fashion show pada 2022 lalu.

“Kita promosi untuk memperkenalkan kearifan lokal,” sebutnya.

Pakaian batik buatan Imam, juga sempat digunakan menteri. Yakni Kepala Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandia Uno. Saat lawatan menteri itu di puncak acara Tenggarong Folk Art Festival (TIFAF), pada Juli 2022.

Sebelum mengakhiri wawancara, ia juga menyampaikan. Bahwa ingin membuat batik dengan ciri khas identik masing-masing 18 kecamatan di Kukar. Dan berharap akan lebih banyak lagi generasi muda yang memiliki minat menjadi desainer.

“Saya berharap akan lebih banyak lagi desainer lokal yang mau melestarikan budaya daerah,” akhirinya.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Fokus Bantu Rakyat, Edi Damansyah Santai Sikapi Pencalonannya di Pilkada 2024

19 Mei 2024 - 13:28 WIB

Keberhasilan Pembibitan Kader Bawa PDI Perjuangan Menangkan Pemilu Legislatif di Kukar

22 Februari 2024 - 14:16 WIB

PDI Perjuangan Raih Kemenangan Gemilang di Kutai Kartanegara

17 Februari 2024 - 10:21 WIB

Upaya Perlawanan Warga Menghentikan Tambang Ilegal di Mangkurawang

22 Januari 2024 - 15:32 WIB

Peserta HKG Se-Kaltim Ikuti Senam Pagi Dan Penanaman Satu Juta Pohon Di Tenggarong

22 Juli 2023 - 14:13 WIB

Mahasiswa KKN ITK Balikpapan Terjun Langsung Bantu Pemberdayaan Wisata Hutan Meranti Karang Joang

12 Juni 2023 - 17:48 WIB

Trending di Uncategorized