Menu

Mode Gelap
Meriah, Grand Opening KR Diisi Fashion Show Bertema Motif Batik Kepala BPKAD Pemprov PBD Harjito Utusan dari Pemerintah Kabupaten Tambrauw 2 Anak di Sleman Keracunan, Diduga Akibat Konsumsi Ciki Ngebul Sebanyak 56 Orang di Kecamatan Kenohan Mengikuti Seleksi PPS KPU Kukar Menparekraf Usul Harpitnas Jadi Libur Nasional, Pakar: Bisa Hilangkan Stres

Nusantara · 14 Jan 2023 19:02 WIB ·

2 Anak di Sleman Keracunan, Diduga Akibat Konsumsi Ciki Ngebul


Ilustrasi ciki ngebul. Foto: istimewa. Perbesar

Ilustrasi ciki ngebul. Foto: istimewa.

penakaltim.id, SLEMAN – Dua bocah di Kapanewon Berbah Kabupaten Sleman yang berumur 5 dan 7 tahun dikabarkan mengalami keracunan makanan Chikibul, makanan yang belakangan viral karena mengeluarkan asap.

Kedua anak tersebut mengalami demam, pusing dan muntah. Setelah ditelusuri ternyata pasar malam sebelumnya, mereka membeli jajanan cikbul pada acara kesenian di Berbah.

“Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (9/1/2023) lalu,” kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Sabtu (14/1/2023).
Keduanya diketahui dibawa ke Puskesmas Berbah. Dari hasil pemeriksaan didapati jumlah leukosit sebanyak 14.000. Kemudian petugas kesehatan memberikan tindakan yang diperlukan.

Kustini mengatakan awalnya tidak mengetahui jika kedua anaknya keracunan Chikibul. Dan mereka biasa saja ketika mengetahui kedua anaknya mengalami mual dan muntah.
“Orang tua mengira jika gejala mual dan muntah tersebut adalah masuk angin,” ujar dia.

Tetapi orangtuanya khawatir karena kemudian kedua anak ini muntah berwarna kuning dan hijau. Dan setelah mendapatkan perawatan kini kondisi dua anak tersebut berangsur membaik. Dua anak itu sudah dapat beraktivitas kembali.

Sementara itu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY menindaklanjuti laporan adanya dua bocah di Kabupaten Sleman dengan melakukan pengawasan Chikibul. Mereka menggandeng Dinas kesehatan kabupaten/kota.

Kepala BBPOM DIY, Trikoranti Mustikawati mengatakan sasaran pengawasan yang mereka lakukan adalah ke Mall, sekolah, pasar malam dan tempat keramaian lainnya. Saat pengawasan disampaikan bahaya penggunaan Liquid Nitrogen pada pangan siap saji karena langsung dikonsumsi
“Liquid Nitrogen bisa menyebabkan bahaya. Hasil pengawasan di Yogyakarta hanya ditemukan di 2 lokasi dan sudah dilakukan pembinaan,” ujar dia.

Trikoranti menyebut bahaya yang ditimbulkan di antaranya seperti anak yang tubuhnya terbakar ketika akan mengkonsumsi Ice smoke snack. Dan kasus keracunan di Tasikmalaya itu ada balita yang mengalami rupture lambung.

Secara regulasi penggunaan liquid N2 digunakan sebagai bahan penolong untuk proses pengolahan pangan, sebagai bahan pembeku freezing agent pada penyiapan pangan dengan pembekuan cepat seperti es krim.

“Di mana pada produk akhir harus ada upaya untuk menghilangkan residu LN2 pada produk akhir,” tambahnya.
Untuk pengawasan, pihaknya melakukan pembinaan kepada pedagang dan pemilik kemudian menjelaskan potensi bahaya keracunan pangan dengan penggunaan liquid N2 tersebut. Kepada pedagang dan pemilik, pihaknya meminta untuk tidak berjualan dulu sampai kajian yang dilakukan oleh Kemenkes dan BPOM selesai dan dikeluarkan regulasi terkait hal ini.(erl)

sumber artikel : https://kumparan.com/tugujogja/2-anak-di-sleman-diduga-keracunan-ciki-ngebul-1zdVwQ3EUZC

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wajah Suram Museum Perjuangan Sanga-sanga, Kukar, Menanti Asa

30 Januari 2023 - 20:47 WIB

Kepala BPKAD Pemprov PBD Harjito Utusan dari Pemerintah Kabupaten Tambrauw

14 Januari 2023 - 19:21 WIB

Menparekraf Usul Harpitnas Jadi Libur Nasional, Pakar: Bisa Hilangkan Stres

13 Januari 2023 - 19:23 WIB

Trending di Nusantara