Menu

Mode Gelap
Misra Seniman Yang Siap Maju Menjadi Legislator Kukar Tiga Wanita Hamil yang Ditahan dalam Kasus Judi di Kukar, Diharap Menerima Penangguhan Penahanan Bacaleg Muda Nasdem Kukar Annisa Mulia Utami Siap Bertarung di Pesta Demokrasi 2024 Pengantaran Berkas Bacaleg PDI Perjuangan Kukar Diiringi Pawai Baju Adat Nusantara Prajurit TNI asal Kukar Meninggal di Makassar, Kini Kasusnya Diusut Polisi Militer

Kalimantan Timur · 30 Jan 2023 20:47 WIB ·

Wajah Suram Museum Perjuangan Sanga-sanga, Menanti Asa


Wajah Suram Museum Perjuangan Sanga-sanga, Menanti Asa Perbesar

penakaltim.id Kondisi Museum Perjuangan Merah Putih Sanga-sanga, Kutai Kartanegara, dilaporkan memprihatinkan. Bagian struktur bangunan dan koleksinya mengalami kerusakan. Pemerintah mengaku tidak memiliki cukup uang melakukan renovasi.

 

Kepada penakaltim.id Anggota Komunitas Pemerhati Sejarah Sanga-sanga (PS3), Muhammad Heriono, mengatakan kerusakan museum sudah ada sejak lima tahun silam. Kerusakan terjadi pada bagian dalam dan luar bangunan. “Koleksi museum juga sebagian sudah mengalami kerusakan,” ungkap Heriono, Kamis, 26 Januari 2023.

 

 

Ia menjelaskan, kerusakan museum di mulai pada cat dinding bangunan yang mulai terkelupas. Atap bangunan museum juga telah lama mengalami kebocoran. Apabila kondisi hujan deras tiba, akan memperparah keadaan. Air hujan masuk melalui celah kebocoran dan mengalir kebagian dinding dalam museum.

 

Kondisi itu sebelumnya turut menyebabkan 60 lembar koleksi foto bersejarah pada dinding museum luntur dan rusak. Selanjutnya, rembesan air hujan turut merusak diorama yang terletak pada tengah museum.

 

Kondisi Dalam Museum Perjuangan Merah Putih Sanga-sanga

 

Kondisi memprihatinkan juga tampak pada koleksi yang terletak di halaman belakang museum. Masing-masing satu unit kapal dan mobil jeep peninggalan Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger atau KNIL, sudah mulai berkarat. Warna cat kedua alat transportasi zaman perang itu pun kini sudah memudar.

 

Pria berusia 37 tahun ini melanjutkan, jika kondisi ini terus terjadi di khawatirkan akan mengganggu kenyamanan wisatawan. Ia berharap, pemerintah daerah segera merenovasi museum, tersebut.

 

“Renovasi diperlukan, agar masyarakat yang berkunjung, merasa nyaman,” kunci Heriono.

 

Usaha Pemugaran

 

Anggota SP3 lainnya, Aspian menambahkan. Perbaikan museum dengan koleksi benda-benda yang menjadi saksi bisu peristiwa “Merah Putih Sanga-sanga” Itu, sebetulnya sudah diupayakan. Pelbagai cara dilakukan agar museum segera menerima pemugaran.

 

Katanya dimulai, mengajukan bantuan perbaikan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, selaku pihak teknis pemeliharaan museum. Namun hingga sekarang bantuan urung tiba.

 

Diketahui darinya, pemerintah mengaku tidak memiliki cukup uang untuk melaksanakan perbaikan. “Kami sudah melakukan berbagai usaha tapi belum ada hasil,” katanya.

 

Mereka yang bergabung dalam komunitas pemerhati sejarah Sanga-sanga, tak patah arang. Beberapa waktu pihaknya sempat mengeluarkan biaya pribadi untuk mempercantik tampilan museum. Dengan mengecat bagian depan museum agar tampak lebih baik.

 

“Biaya pembelian cat hasil dari sumbangan teman, sesama pemerhati sejarah Sanga-sanga,” ucap pria berusia 47 tahun itu.

 

Dikonfirmasi berbeda, Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, mengakui bahwa pemerintah tidak bisa melakukan pemugaran pada museum. Penyebabnya ketiadaan anggaran pemeliharaan museum pada tahun-tahun sebelumnya. Namun dirinya berjanji, dalam waktu dekat museum tersebut akan segera diperbaiki.

 

Sebagai langkah nyata pemerintah, sebut Edi. Ia telah menginstruksikan Dinsos Kukar menyerahkan urusan pemeliharaan museum kepada pemerintah kecamatan. Cara itu dinilai akan jauh lebih efektif. Karena pemerintah kecamatan bisa melakukan penangan secepat mungkin menyesuaikan kondisi di lapangan.

 

“Kita juga sudah memerintahkan dinas pariwisata untuk meningkatkan promosi pariwisata di Kota Juang Sanga-sanga,” tandasnya.

 

Secara terpisah, Camat Sanga-sanga, Muhammad Dachriansyah, menyebutkan pihaknya telah menerima pelimpahan wewenang pemeliharaan museum Sanga-sanga melalui Dinsos Kukar. Terhitung efektif pada Januari 2023.

 

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar. Untuk menghitung biaya perawatan museum,” Sambungnya. Bila tidak ada halangan, perbaikan museum dimulai pada pertengahan tahun ini.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

24 Februari 2024 - 18:31 WIB

Menang di Pileg, DPC PDI Perjuangan Kukar Klaim Rebut Kursi Ketua DPRD

17 Februari 2024 - 10:44 WIB

Suasana rilis resmi hasil hitung cepat yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan Kukar. (Istimewa)

Rancangan Peraturan Kemenaker Ancam Nasib Buruh Pelabuhan Kuala Samboja

29 Januari 2024 - 18:44 WIB

Satukan Hatimu Majukan Daerahmu, Memang Mia Setelannya

24 Desember 2023 - 11:09 WIB

Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Ekowisata Bamboe Wanadesa Kota Balikpapan, Tim ITK Lakukan Pelatihan Sablon Cetak Saring bertema Wisata Alam

7 Desember 2023 - 12:47 WIB

Ganjar Pranowo Sowan ke Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura

6 Desember 2023 - 09:39 WIB

Trending di News