Kalimantan TimurKutai Kartanegara

PWRI Kaltim Gelar Rapat Kerja di Kukar, Perkuat Konsolidasi Organisasi

penakaltim.id Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kalimantan Timur memperkuat konsolidasi organisasi melalui rapat kerja di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Forum ini menjadi momentum menyelaraskan program antardaerah sekaligus mendorong peran para pensiunan dalam pembangunan daerah. Rapat tersebut direncakan akan dibuka Ketua Umum PWRI Kaltim, Isran Noor, yang juga sekaligus mantan Gubernur Kaltim periode 2018-2023, serta dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Ketua Harian PWRI Kaltim, Adi Buhari Muslim, mengatakan rapat kerja ini menjadi langkah penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi yang perkembangan kepengurusannya di setiap daerah belum merata.

Menurut Adi, rapat kerja tersebut merupakan yang pertama kali digelar PWRI di tingkat provinsi sejak organisasi itu terbentuk di Kaltim sekitar 2004. “Agenda utamanya konsolidasi organisasi, sinkronisasi seluruh program, serta evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan,” terang Adi seusai melakukan persiapan rapat di PWRI Kukar, Selasa, 27 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pembentukan dan perkembangan PWRI di kabupaten dan kota berlangsung dalam waktu berbeda. PWRI Kukar, misalnya, baru terbentuk dan aktif pada 2024. Kondisi tersebut membuat penguatan koordinasi diperlukan agar seluruh pengurus memiliki visi dan tujuan yang sama.

Adi berharap rapat kerja ini dapat mendorong organisasi PWRI di setiap daerah berjalan lebih optimal. Selain itu m<span;>enurut dia, anggota PWRI memiliki pengalaman panjang di sektor pemerintahan maupun bidang lainnya. Pengalaman tersebut dinilai masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah.

“Kami ini orang-orang yang sudah berpengalaman. Karena itu, jangan sampai keberadaan para pensiunan dilupakan,” ujarnya.

Salah satu upaya yang didorong ialah pembentukan tenaga ahli di masing-masing kabupaten dan kota. Tenaga ahli tersebut dapat berasal dari mantan pejabat yang pernah menduduki jabatan eselon I, II, maupun III.

Adi berharap pengalaman para pensiunan itu dapat menjadi sumber masukan bagi pemerintah daerah, terutama dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan.

Disamping itu ia menjelaskan pemilihan Kukar sebagai lokasi rapat kerja juga mempertimbangkan perkembangan PWRI setempat yang dinilai cukup baik. Selain aktif, PWRI Kukar telah memiliki gedung sendiri sebagai fasilitas organisasi.

Adi berharap kondisi tersebut dapat menjadi contoh bagi kepengurusan PWRI di daerah lain di Kaltim. Dukungan pemerintah daerah, menurut dia, juga menjadi faktor penting untuk memperkuat aktivitas organisasi.

Selain konsolidasi, PWRI Kaltim turut mendorong perhatian terhadap pelestarian budaya dan pemanfaatan bangunan bersejarah. Adi menyinggung keberadaan keraton di sejumlah wilayah Kaltim, seperti kawasan Paser Belengkong dan Gunung Tabur di Berau, yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dijadwalkan menerima rombongan PWRI dari Kabupaten Berau pada Rabu sore 28 Oktober. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan serta memperkuat perhatian terhadap warisan sejarah dan budaya di daerah.

Melalui rapat kerja ini, PWRI Kaltim berharap koordinasi antarpengurus semakin solid, program organisasi lebih terarah, dan para pensiunan tetap memiliki ruang untuk berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan daerah. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button