Diskominfo Kutim Perkuat Kesiapsiagaan Siber melalui Penguatan CSIRT

SANGATTA – Pemkab Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat sistem keamanan informasi di lingkungan pemerintahan daerah. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui penguatan kapasitas Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sebagai garda terdepan dalam penanganan insiden siber.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DISKOMINFO STAPER) Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi seluruh anggota CSIRT terhadap peran, fungsi, dan mekanisme dasar penanganan insiden siber.
“Saya berharap seluruh anggota dapat memahami peran, fungsi, serta mekanisme dasar penanganan insiden siber. Pemahaman ini menjadi fondasi penting dalam membangun respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila insiden terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur,” ujar Ronny, (09/12/2025).
Ia menjelaskan, kegiatan penguatan CSIRT ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dasar mengenai berbagai bentuk ancaman siber yang berpotensi mengganggu sistem pemerintahan. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman terkait prosedur respons awal yang sesuai standar, sehingga setiap potensi insiden dapat ditangani secara sistematis.
Ronny menambahkan, kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini serta koordinasi lintas perangkat daerah menjadi kunci dalam meminimalkan dampak serangan siber. Oleh karena itu, penyelarasan peran dan tanggung jawab antaranggota CSIRT perlu terus dilakukan.
“Seluruh unsur harus memiliki persepsi yang sama dalam menjalankan fungsi tanggap insiden. Kesiapsiagaan ini merupakan komitmen bersama yang dibangun melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara bertahap dan berkelanjutan,” tambahnya.(adv)




