Dishub Kukar Siapkan Layanan Mobilitas Pelajar, Transportasi Darat hingga Perairan Masuk Tahap Pemantapan

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali memperkuat dukungan terhadap sektor pendidikan melalui penyediaan layanan transportasi gratis bagi pelajar. Selain bantuan perlengkapan sekolah, akses menuju sekolah menjadi fokus baru yang tengah dimatangkan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar agar tidak ada anak yang terhambat karena masalah transportasi.
Selama beberapa tahun terakhir, Dishub telah mengoperasikan sejumlah armada bus sekolah, yang banyak dimanfaatkan siswa dari daerah pemukiman jauh. Namun pada periode pemerintahan Kukar Idaman Terbaik, layanan ini dikembangkan lebih luas dengan menyasar berbagai kelompok pelajar, termasuk mereka yang tinggal di kawasan perairan maupun pelajar penyandang disabilitas.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa berbagai opsi sedang dikaji untuk memastikan skema transportasi berjalan tepat guna dan tidak membebani anggaran. “Insya Allah akan kita lanjutkan pengadaan angkutan pelajar di darat maupun di perairan. Dengan memanfaatkan transportasi yang sudah ada dan kita fasilitasi secara gratis, atau menyiapkan armada khusus,” kata Junaidi.
Ia menambahkan bahwa pemerintah harus memperhitungkan seluruh aspek pendukung, mulai dari jumlah armada, kesiapan SDM pengelola, hingga biaya operasional, agar program dapat terus berjalan secara efisien. “Mengingat perlu adanya pengadaan unit, pemerintah pun harus memikirkan biaya operasional yang dibutuhkan. Agar tepat sasaran dan tepat guna dalam hal pengelolaannya.
“Kalau kita adakan khusus, artinya harus siap juga dengan SDM dan operasionalnya. Semua itu sedang kita hitung mana yang paling efisien,” tambahnya.
Sementara itu, rancangan layanan untuk pelajar disabilitas juga disiapkan secara khusus. Dishub menargetkan desain armada yang ramah difabel, termasuk menyediakan akses kursi roda dan ruang mobilitas yang aman. Survei lapangan ke beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) telah dilakukan untuk memastikan kebutuhan anak-anak tersebut benar-benar terakomodasi.
“Kami sudah melakukan survei ke SLB dan sekolah lainnya yang ada pelajar disabilitasnya. Mudahan niat kami ini bisa segera diwujudkan,” tutupnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan ini, Pemkab Kukar berharap fasilitas transportasi pelajar dapat menciptakan pemerataan kesempatan pendidikan serta mengurangi beban keluarga, khususnya di wilayah terpencil dan perairan. (Adv)




