Kutai KartanegaraPariwara Pemkab KukarUncategorized

Tenggarong Kembali Berjaya di MTQ Kukar, Muara Jawa Dipersiapkan Jadi Tuan Rumah Berikutnya

TENGGARONG – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2025 resmi ditutup dengan manis oleh kafilah Kecamatan Tenggarong. Dalam malam penutupan yang digelar Kamis (30/10/2025), nama Tenggarong dikukuhkan sebagai juara umum setelah Ketua Dewan Hakim mengumumkan hasil akhir perolehan poin.
Kecamatan Tenggarong mengunci posisi teratas dengan raihan 482 poin. Posisi tersebut menggeser Loa Janan yang pada gelaran sebelumnya menjadi penguasa podium utama. Tahun ini, Loa Janan harus puas di peringkat kedua dengan 444 poin, disusul Kecamatan Muara Badak di posisi ketiga dengan 366 poin.
“Kita melihat ajang kali ini pertarungan sengit antar kecamatan, menandakan proses pembinaan berjalan dengan baik,” jelas Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri.
Aulia menilai, ketatnya persaingan poin antarkecamatan menunjukkan bahwa pembinaan qari-qariah dan cabang-cabang lomba lain tidak terpusat di satu wilayah saja. Pola pembinaan yang merata di 20 kecamatan menjadi faktor penting yang membuat kualitas peserta kian meningkat dari tahun ke tahun.
Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan buah dari kerja sistematis Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar. Lembaga ini mendorong setiap kecamatan untuk aktif menggelar MTQ di tingkat kelurahan dan desa, sehingga proses penjaringan kafilah benar-benar berlangsung secara berjenjang dan terukur. Para juara di tingkat desa dan kelurahan kemudian naik kelas menjadi wakil kecamatan di ajang MTQ kabupaten.
Ini buah dari kerja keras dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar, yang memastikan masing-masing kecamatan melaksanakan MTQ tingkat kelurahan dan desa. Sehingga para juara masing-masing kecamatan bisa saling unjuk gigi.
Upaya tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar untuk memperkuat pembinaan Al-Qur’an di seluruh kecamatan. MTQ menjadi salah satu instrumen penting yang melengkapi Program Gerakan Etam Mengaji (Gema) Kukar, yang digulirkan melalui berbagai aktivitas mengaji rutin di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, hingga komunitas keagamaan.
Ini pun sesuai dengan harapan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, untuk melakukan pembinaan di seluruh kecamatan. Terlepas dari pemkab yang menggulirkan Program Gerakan Etam Mengaji (Gema) Kukar. Baik itu melalui MTQ, gerakan mengaji rutin ditingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga ke tingkat sekolah.
“Harapan kita pembinaan tetap dilakukan, MTQ cuman perantara untuk melihat hasil pembinaan yang sudah dilakukan,” lanjut Aulia.
Aulia menegaskan, para juara MTQ ke-46 tidak akan dibiarkan berhenti pada podium kabupaten. Mereka akan diproyeksikan menjadi kafilah andalan Kukar pada MTQ tingkat Kalimantan Timur (Kaltim), yang tahun ini juga akan diselenggarakan di Kukar sebagai tuan rumah. Para qari-qariah dan peserta terbaik akan kembali digembleng melalui pelatihan intensif agar siap menghadapi persaingan di level provinsi.
“Kita berharap Kukar mencetak generasi Qur’ani yang berprestasi di lokal, nasional dan internasional. Buktinya Juara 2 (MTQ) di Malaysia dan Kroasia itu dari Kukar,” tambah Aulia.
Selain mengumumkan juara umum, Pemkab Kukar juga menetapkan Kecamatan Muara Jawa sebagai tuan rumah MTQ ke-47 tingkat kabupaten. Keputusan ini dinilai sarat makna karena Muara Jawa bersama Samboja dan Samboja Barat termasuk dalam wilayah deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Meski beberapa kecamatan di kawasan hulu juga dinilai layak menjadi tuan rumah, Aulia menjelaskan bahwa Muara Jawa perlu diberi kesempatan sebelum resmi masuk dalam otorita IKN. Penunjukan ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembinaan keagamaan dan pembangunan SDM di wilayah pesisir tetap mendapatkan porsi perhatian yang kuat.
“Memilih Muara Jawa karena mau pisah saat IKN diresmikan, khawatir tidak sempat giliran,” pungkas Aulia.
MTQ ke-46 Kukar sendiri diikuti 1.756 peserta dari 20 kecamatan, yang berkompetisi selama sepekan penuh sejak 24–30 Oktober 2025. Dengan komposisi kafilah yang merata dan tradisi pembinaan yang berjenjang, Pemkab Kukar optimistis bisa kembali mengibarkan bendera juara umum di tingkat provinsi, setelah pada 2024 lalu harus merelakan mahkota tersebut berpindah ke Kutai Timur usai enam kali berturut-turut menjadi kampiun. (Adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button