240 SD dan 92 SMP Ikuti Gerakan Literasi di Kutai Timur

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan pelajar. Program gerakan literasi yang telah berjalan selama dua bulan terakhir kini telah diikuti oleh 240 sekolah dasar (SD) dan 92 sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kutai Timur.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa literasi yang dikembangkan tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. “Kemampuan anak di bidang literasi itu mulai dari menulis, membaca, hingga literasi digital dan literasi lainnya. Ada enam jenis literasi yang terus kita dorong,” ujarnya saat diwawancarai di Gedung GSG Bukit Pelengai, Senin (8/12/2025).
Program literasi ini dilaksanakan secara daring agar seluruh sekolah di Kutai Timur dapat mengikuti kegiatan tanpa terkendala jarak maupun lokasi. Sistem daring ini memungkinkan monitoring yang lebih mudah sekaligus mendorong keterlibatan guru dan siswa secara luas.
Hingga saat ini, seluruh sekolah yang terdaftar aktif mengunggah dan membagikan karya literasi mereka. Kegiatan ini juga mencakup pendampingan guru dalam membimbing siswa agar mampu menghasilkan karya berkualitas, baik dalam bentuk tulisan, digital, maupun kreatifitas lainnya.
Puncak program ditandai dengan festival literasi tingkat daerah. Festival ini menjadi ajang unjuk karya terbaik siswa, di mana karya-karya terpilih nantinya akan mewakili Kutai Timur pada Festival Literasi Tingkat Nasional di Solo pada Mei tahun depan.
Mulyono menekankan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan pembelajaran yang mengombinasikan metode digital dan konvensional. “Pembelajaran digital tetap berjalan, tapi sistem lama seperti membaca dan menulis juga harus kita perkuat. Jangan sampai budaya literasi justru berkurang karena anak-anak terlalu terbiasa dengan cara-cara yang instan lewat digital,” jelasnya.
Untuk mendukung program ini, Disdikbud Kutim menyiapkan program KSRG pada 35 sekolah di jenjang kelas atas, serta penguatan pembelajaran numerasi dan literasi di jenjang SD. Sekolah penerima program tersebar di berbagai kecamatan, dengan konsentrasi di bagian utara dan selatan Kutai Timur.
Mulyono menyebut, ada empat persyaratan utama agar program ini berhasil, yakni kesiapan guru, pemenuhan sarana pendukung, akun belajar yang sudah tersedia untuk guru dan siswa, serta pelatihan guru menggunakan Google Level Zero hingga Level One. “Yang masih kita kejar sekarang adalah pemenuhan perangkat pendukungnya,” ujarnya.
Program literasi ini akan terus dikembangkan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan anggaran dan kesiapan sekolah. Fokus tahap awal masih diprioritaskan pada jenjang SD, sementara SMP akan menyusul pada tahun berikutnya.
“Ke depan, kita juga akan menyesuaikan tes kemampuan akademik anak-anak berdasarkan perkembangan kurikulum, karena sifatnya dinamis. Tujuannya agar literasi menjadi bagian yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi siswa,” pungkas Mulyono.




