XXI Batal Masuk Tangga Arung Square, Dua Calon Investor Mulai Dibidik

TENGGARONG – Pupusnya rencana Cinema XXI membuka jaringan bioskop di Tangga Arung Square (TAS) Tenggarong tidak membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menghentikan rencana menghadirkan pusat hiburan modern di kawasan tersebut.
Pemkab Kukar kini mengantongi dua nama perusahaan yang berpotensi menggantikan posisi XXI. Komunikasi dengan calon investor disebut tengah dibangun melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan keputusan mencari investor alternatif dilakukan setelah rencana kerja sama dengan XXI tidak menemukan titik temu. Perbedaan skema bisnis dan nilai investasi menjadi salah satu faktor yang membuat rencana tersebut tidak berlanjut.
“Dikomunikasikan oleh teman-teman dari DPMPTSP untuk melihat pihak ketiga mana yang layak dan mumpuni mengisi program bioskop di Kukar. Kami juga meminta Disperindag membantu komunikasi tersebut agar opsi Pasar Tangga Arung tetap menjadi pilihan utama,” kata Rendi.
Menurutnya, pemerintah daerah tetap menempatkan TAS sebagai lokasi prioritas untuk pengembangan fasilitas hiburan tersebut. Kehadiran bioskop dinilai dapat menjadi salah satu pemicu peningkatan kunjungan masyarakat ke kawasan yang baru dikembangkan itu.
Rendi mengungkapkan, setidaknya sudah ada dua perusahaan yang masuk dalam penjajakan Pemkab Kukar. Namun, ia belum bersedia menyebut identitas kedua calon investor tersebut karena proses komunikasi belum menghasilkan komitmen resmi.
“Kemungkinan kalau XXI pupus, karena mereka tidak mau di Tangga Arung Square. Tapi ada nama lain, dua perusahaan yang insyaallah bisa mengisi bioskop,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkab Kukar tidak ingin terburu-buru mengumumkan nama calon investor sebelum terdapat kesepakatan tertulis. Pemerintah masih perlu memastikan kesiapan perusahaan, termasuk kemampuan investasi dan kesesuaian skema kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Saya belum berani spill dulu karena belum ada perjanjian dan komitmen resmi,” tegasnya.
Rencana menghadirkan bioskop tersebut tidak lepas dari upaya Pemkab Kukar menghidupkan aktivitas di Tangga Arung Square. Sejak diresmikan pada awal Januari 2026, kawasan tersebut masih menghadapi persoalan tingkat kunjungan dan aktivitas transaksi yang belum optimal.
Sejumlah area kios dan kuliner juga masih terlihat belum terisi. Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah dalam mengoptimalkan fungsi TAS sebagai pusat perdagangan sekaligus ruang aktivitas masyarakat.
Karena itu, kehadiran fasilitas hiburan seperti bioskop diharapkan tidak hanya menambah pilihan rekreasi bagi masyarakat Tenggarong, tetapi juga menciptakan efek ekonomi bagi pelaku usaha di sekitarnya.
Pemkab Kukar kini berupaya memastikan penjajakan dengan dua calon investor tersebut dapat berlanjut ke tahap yang lebih konkret. Targetnya, rencana bioskop tetap terealisasi meski bukan bersama XXI.




