Bupati Kukar Apresiasi PKBM Puteri Karang Melenu, Disdikbud: Hampir 1.000 Lulusan Sejak 2019

LOA KULU – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menghadiri penyerahan ijazah pendidikan kesetaraan di PKBM Puteri Karang Melenu, Kecamatan Loa Kulu, Senin (8/9/2025). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Kukar menghadapi tantangan masa depan.
“PKBM Puteri Karang Melenu merupakan langkah maju, terutama bagi warga Loa Kulu. Dengan ijazah kesetaraan, peserta didik bisa melanjutkan pendidikan atau menambah keterampilan lain untuk memperbaiki masa depan. Ini sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik 2025–2029 yang mendorong transformasi dari industri ekstraktif menuju industri non-ekstraktif yang lebih berkelanjutan,” ucap Aulia.
Bupati juga menekankan bahwa keberlanjutan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari penguatan SDM.
“Tambang ada batasnya. Warisan terbaik adalah manusia yang kompeten dan bersertifikasi. Karena itu pendidikan kesetaraan ini harus kita sambut baik. Statusnya sama dengan pendidikan formal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aulia mendorong lulusan untuk memanfaatkan keterampilan yang diperoleh, salah satunya di bidang tata boga yang bisa mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap kelompok dapur gizi di Loa Kulu dapat terbentuk sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyoroti capaian PKBM Puteri Karang Melenu yang pada tahun ini meluluskan 102 peserta didik, terdiri dari Paket A, Paket B, dan Paket C.
Menurut Pujianto, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama dengan PT Multi Harapan Utama (MHU) yang sejak 2019 konsisten mendukung penyelenggaraan program.
“Alhamdulillah, sinergi luar biasa ini sudah menghasilkan hampir seribu lulusan. Dukungan PT MHU, baik dalam pembiayaan maupun penyediaan fasilitas, sangat membantu pemerintah daerah untuk menekan angka putus sekolah,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa PKBM bukan sekadar pelengkap pendidikan formal, melainkan solusi nyata bagi masyarakat yang ingin menamatkan sekolah.
“Harapan kami, kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut agar peran pendidikan nonformal semakin kuat dalam meningkatkan kualitas SDM Kukar,” pungkasnya. (Adv/disdikbudkukar)




