BKPSDM Kutim Warning ASN: Jangan Ikuti Bimtek yang Tidak Relevan

SANGATTA – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk lebih selektif dalam memilih program Bimbingan Teknis (Bimtek).
Pengembangan kompetensi kini wajib berbasis pada pemetaan kebutuhan jabatan dan tuntutan pelayanan publik yang dinamis.
Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, menegaskan bahwa efektivitas pelatihan menjadi kunci utama dalam mendukung reformasi birokrasi. Ia mengingatkan agar perangkat daerah tidak lagi asal-asalan dalam mengirimkan perwakilan untuk mengikuti pelatihan jika tidak memiliki keterkaitan langsung dengan beban kerja harian.
“Pelaksanaan Bimtek harus dipilih dan diikuti sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing perangkat daerah. Jangan memilih pelatihan yang tidak relevan,” tegas Misliansyah.
Pria yang akrab disapa Anca ini menambahkan, keterbatasan anggaran daerah menuntut penggunaan dana pelatihan yang lebih efisien dan menghasilkan output nyata. Menurutnya, ASN harus mampu beradaptasi dengan sistem pemerintahan digital dan perubahan regulasi yang cepat.
“Jika pelatihan dilakukan secara terarah dan sesuai kebutuhan, dampaknya bukan hanya pada individu ASN, tetapi juga pada kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, BKPSDM berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas pelatihan yang telah berjalan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap usulan pelatihan dari unit kerja didasarkan pada kebutuhan teknis, bukan sekadar preferensi personal atau formalitas belaka.
“Korpri harus menjadi contoh dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah. ASN harus berada di barisan terdepan untuk memberi pelayanan terbaik,” pungkas Anca.




