Atasi Kekurangan Dokter dan Stunting, Dinkes Kutim Siapkan Program Dokter Keliling

Kutai Timur – Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Yuwana, mengungkapkan sejumlah persoalan kesehatan mendesak yang menjadi perhatian utama setelah dirinya dilantik, salah satunya adalah kekurangan tenaga kesehatan di wilayah pedalaman.
“Masalah pertama adalah kurangnya tenaga kesehatan, khususnya dokter dan dokter spesialis di daerah pedalaman. Ini harus segera dicarikan solusinya,” ungkap dr Yuwana.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kutim akan mengoptimalkan program dokter keliling yang merupakan salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur.
“Dokter-dokter spesialis dari kota nanti akan kita jadwalkan secara bergantian untuk berkeliling ke kecamatan-kecamatan,” jelasnya.
Menurut dr Yuwana, dokter spesialis tersebut tidak harus menetap di pedalaman, melainkan cukup datang secara berkala sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Misalnya sebulan sekali, dari satu puskesmas ke puskesmas lain. Terutama di kecamatan yang sudah memiliki rumah sakit tetapi masih kekurangan dokter spesialis,” katanya.
Selain kekurangan tenaga kesehatan, dr Yuwana juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi perhatian serius di Kutai Timur meskipun angkanya telah mengalami penurunan.
“Secara angka, stunting di Kutai Timur sudah menurun dibanding tahun sebelumnya, tetapi masih di atas target nasional. Nasional 19,6 persen, Kutim masih di angka 20 persen lebih,” jelasnya.
Ia menegaskan penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kesehatan saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor seperti Dinas Pendidikan, PPKB, PPPA, Perkim, serta instansi terkait lainnya.
“Target kami ke depan adalah memperbaiki layanan transformasi kesehatan, mulai dari layanan primer di FKTP hingga layanan rujukan rumah sakit agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkas dr Yuwana.




