Kurangi Ketergantungan Batu Bara, Bappeda Kutim Siapkan Strategi Transisi Ekonomi Berkelanjutan

SANGATTA – Usai resmi dilantik sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur, Januar Bayu Irawan menegaskan komitmennya untuk merombak arah perencanaan pembangunan. Fokus utamanya kini tertuju pada isu kebencanaan, kelestarian lingkungan, serta percepatan transisi ekonomi agar daerah tidak lagi bergantung pada sektor batu bara.
Bayu menjelaskan bahwa perencanaan masa depan harus selaras dengan visi misi Bupati, namun tetap berpijak pada fakta di lapangan.
Menurutnya, langkah awal yang krusial adalah memotret kebutuhan riil masyarakat sebelum menetapkan skala prioritas. Hal ini penting mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki keterbatasan, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan harus berdampak signifikan.
“Bagaimana kita bisa merencanakan kalau kita tidak mau turun ke bawah. Paling penting kita potret dulu kondisinya, lihat faktanya, dan apa kebutuhan masyarakat yang paling utama agar program 50 prioritas Bupati benar-benar mengena,” ujar Bayu, Selasa (17/12/2025).
Selain efisiensi anggaran, Bayu menyoroti urgensi transformasi ekonomi. Ia menilai ketergantungan pada batu bara sangat berisiko karena sumber daya tersebut tidak dapat diperbarui. Pemerintah daerah harus mulai menyiapkan sektor alternatif yang berkelanjutan sebelum kebijakan pusat atau habisnya cadangan alam menghentikan produksi tambang sepenuhnya.
“Suatu saat batu bara akan habis. Jangan sampai nanti ketika sudah ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk berhenti, kita justru mengalami stagnasi. Kita harus mulai memikirkan transisinya dari sekarang agar Kutai Timur bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Melalui pendekatan yang lebih taktis dan berwawasan lingkungan, Bappeda Kutim optimistis mampu menciptakan kemandirian daerah melalui penguatan sektor-sektor baru yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.




