Talenta Musik dan Seni Pertunjukan Kukar Diorbitkan ke Panggung Event Nasional

TENGGARONG – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas ruang panggung bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf), khususnya di sektor seni pertunjukan dan musik. Langkah ini sejalan dengan komitmen menjadikan pariwisata dan ekraf sebagai penopang ekonomi baru di luar sektor ekstraktif, sekaligus memperkuat citra Kukar sebagai daerah kaya budaya yang siap bersaing di level nasional.
Bukan hanya menggarap promosi destinasi wisata, Dispar Kukar juga mendorong para pelaku seni menjadi wajah daerah di berbagai hajatan wisata berskala besar. Mereka diproyeksikan sebagai duta budaya yang memperkenalkan identitas Kukar melalui tarian, musik, hingga perpaduan unsur tradisional dan modern di atas panggung-panggung bergengsi Tanah Air.
Pada Mei 2025, Dispar Kukar menggelar program Terbang, Tampil Idaman Terbaik (TeTiba) Jogja di Obelix Sea View, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam program tersebut, nuansa budaya Kukar dihadirkan secara total di salah satu destinasi wisata populer di kota pelajar itu. Tarian tradisional Hudoq dan Tari Perang berpadu dengan musik etnik dari Grup Musik Tradisional Petala, yang membawakan komposisi khas beralaskan petikan Sape, dikawal instrumen modern, serta lirik berbahasa Kutai.
Tampilan duta seni Kukar itu mampu menyedot perhatian ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara. Lewat aksi panggung tersebut, Kukar menunjukkan dirinya bukan hanya kaya akan sumber daya alam, namun juga memiliki kekuatan budaya yang tak kalah memikat.
“Sekitar 6 ribu yang menonton kita saat itu, dan kita mendapatkan promosi luar biasa disana,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dispar Kukar, Zikri Umulda, Kamis (13/11/2025).
Ia menjelaskan, pengalaman tampil di Yogyakarta menjadi pintu awal untuk mengarahkan pelaku ekraf Kukar agar lebih percaya diri memasuki panggung-panggung yang lebih besar. Ke depan, momen serupa akan terus dimanfaatkan dengan menyasar destinasi wisata dan event yang dikenal sebagai pusat keramaian dan magnet pariwisata.
Sukses menghipnotis penonton di Yogyakarta, Dispar Kukar kini menyiapkan langkah lanjutan untuk tahun 2026. Panggung di berbagai kota besar mulai dipetakan sebagai lokasi potensial. Kota Tua di Jakarta menjadi salah satu yang diincar, disusul kota-kota lain yang menjadi simpul pertemuan wisatawan dan penikmat seni.
“Kedepan akan sedikit berbeda, dengan masuk ke Prambanan Jazz, Pestapora. Event-event besar skala nasional untuk menaikkan talenta kita yang memiliki bakat yang bagus,” lanjutnya.
Zikri menegaskan, seni pertunjukan dan musik dari Kukar perlu didorong lebih progresif agar tidak hanya berputar di ruang lokal. Akses ke panggung besar nasional dinilai penting sebagai sarana pengakuan, sekaligus pembuktian bahwa talenta asal Kukar mampu bersaing dengan daerah lain.
Menurutnya, dibutuhkan kerja serius dan strategi jangka panjang agar nama Kukar semakin sering muncul di jajaran pengisi acara festival-festival musik dan seni berskala nasional. Mulai dari pemilihan talenta, penguatan kemampuan artistik, hingga manajemen pertunjukan, semua harus disiapkan secara matang.
Zikri menyebut memang perlu upaya besar untuk memajukan seni pertunjukan dan musik di Kukar. Perlu langkah besar dan strategis untuk bisa dilirik. “Sehingga orang-orang bisa melihat ada talenta dari Kukar yang layak tampil di nasional,” pungkas Zikri. (Adv)




