Pariwara OPD Kukar

Erau 2025 Digelar September, Pemkab Kukar Matangkan Persiapan

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi persiapan Erau Adat Kutai 2025. Agenda budaya tahunan itu dijadwalkan berlangsung pada 21–28 September mendatang.

Rapat ini dilaksanakan dalam rangka untuk semakin mematang persiapan pemerintah dalam pelaksanaan Erau Adat Kutai nantinya. Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kukar, Selasa (26/08/2025).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan (Kesra) Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat.

Ditemui usai rapat, ia mengatakan bahwa Erau merupakan agenda sakral yang harus dipersiapkan secara matang. Karena itu, pemerintah daerah melibatkan berbagai unsur mulai dari OPD, pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, hingga instansi vertikal.

“Erau ini event sakral yang digelar tiap tahun. Persiapannya perlu sinergi semua pihak. Kami juga berharap masyarakat ikut berpartisipasi, meskipun tahun ini kita menghadapi kondisi efisiensi anggaran,” jelasnya.

Dukungan yang dimaksud, lanjut Taufik, mencakup peran dari sejumlah instansi seperti Kepolisian, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar, Dispora, Dinas Kesehatan, PMI, hingga pihak event organizer lokal.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan pihaknya telah melakukan berbagai langkah teknis di lapangan. Persiapan itu antara lain koordinasi dengan para penari dan pelaksana kegiatan lainnya.

“Kontak penari sudah kami lakukan, begitu juga persiapan teknis lainnya. Tinggal menunggu hari pelaksanaan saja,” ujarnya.

Puji memastikan jadwal Erau tidak berubah, tetap digelar pada 21–28 September 2025. Hanya saja, ada penyesuaian dari sisi pembiayaan.

“Anggaran tahun ini dipangkas 50 persen, sekitar Rp2 miliar. Itu khusus untuk tarian massal dan seremoni pembukaan,” ungkapnya.

Meski dengan keterbatasan anggaran, pemerintah daerah optimistis Erau 2025 tetap berlangsung meriah. Konsep pelaksanaannya pun dipastikan masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan prosesi adat sebagai inti utama rangkaian acara. (Adv/disdikbudkukar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button