Pelihara Warisan Budaya Kutai Lewat Lomba Olahraga Tradisional

TENGGARONG – Kegiatan Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi simbol kekayaan budaya daerah yang sangat berharga.
Dengan nuansa tradisi lokal yang kental, Erau menampilkan pertunjukan seni dan budaya tradisional yang memukau, serta lomba olahraga tradisional yang memperebutkan keunggulan.
“Untuk itu, perlombaan olahraga tradisional harus dilihat. Bukan sekedar soal pertandingan atau perlombaan semata, melainkan harus dilihat dan disikapi sebagai ajang untuk menjaga, melestarikan dan memperkenalkan kembali kekayaan budaya daerah,” ujar sambutan tertulis Bupati Kukar yang disampaikan Asisten III Setkab Kukar Dafip Haryanto saat membuka lomba begasing dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2025.
Olahraga tradisional seperti belogo, begasing, ketapel, dan sumpit, merupakan bagian dari warisan budaya yang semakin jarang ditemui di tengah-tengah masyarakat modern.
Masyarakat lebih cenderung menyukai olahraga modern yang dapat disaksikan di banyak tempat dan di televisi.
“Pentingnya untuk menjaga dan melestarikan olahraga tradisional di tengah-tengah masyarakat kita yang sudah semakin jarang untuk memainkan atau menyaksikannya, maka perlu kiranya dilakukan berbagai strategi jitu,” sebutnya.
Pemerintah Kabupaten Kukar menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pelestarian olahraga tradisional, dengan menetapkan sasaran pengenalan kepada anak-anak, pelajar, dan mahasiswa.
“Ke depan, saat pertandingan atau perlombaan olahraga tradisional seperti saat ini, hendaknya jadwal pertandingan bisa disebar atau disosialisasikan secara khusus ke sekolah-sekolah dan kampus,” katanya.
Pelestarian budaya ini menjadi salah satu isu strategis dalam Rancangan RPJMD Kukar, menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kukar dalam memperhatikan pelestarian budaya yang mencakup olahraga tradisional.
“Mari bersama-sama kita jaga, pelihara dan lestarikan olahraga tradisional kita sebagai bagian dari warisan budaya yang tak ternilai harganya ini,” pungkas Aulia. (adv/disdikbudkukar)




