Pariwara OPD Kukar

Museum Kayu Tuah Himba Antar Kukar Raih Juara Tiga di PKD Kaltim 2025

KUKAR – Kiprah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam ajang Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kalimantan Timur 2025 membuahkan hasil manis. Pada beberapa waktu lalu Melalui perwakilannya dari Museum Kayu Tuah Himba, Kukar sukses meraih juara tiga pada event yang digelar di GOR Segiri Samarinda, 19–21 Juni 2025 lalu.

Mengangkat tema “Menjaga Warisan Bhinneka, untuk Harmoni Pilar Budaya Kaltim”, kegiatan ini menjadi wadah penting bagi tiap kabupaten/kota untuk memperkenalkan warisan budaya tak benda yang mereka miliki. Kukar hadir bukan sekadar memamerkan koleksi, tapi membawa pesan budaya yang kuat melalui tampilan lesong untuk baham yang dipadukan dengan alunan gambus—dua unsur budaya yang telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Pamong Budaya Ahli Muda Disdikbud Kukar, M. Saidar, menjelaskan bahwa keterlibatan Museum Kayu bukan hanya sebagai peserta pameran, tetapi juga sebagai penyampai nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

“Kami menampilkan budaya yang benar-benar otentik. Lesong dan gambus itu bukan sekadar benda, tapi bagian dari keseharian masyarakat kita yang sarat makna,” ujar Saidar pada Rabu (16/07/2025).

Ia menilai, keberhasilan Kukar meraih penghargaan tak lepas dari pendekatan kuratorial yang menitikberatkan pada keaslian, kesesuaian tema, dan nilai edukatif.

“Menurut saya, keunggulan kami terletak pada kesetiaan terhadap nilai budaya itu sendiri. Tidak dibuat-buat, tidak dimodifikasi—apa adanya, seperti yang diwariskan,” tambahnya.

Selain menampilkan koleksi fisik, tim dari Kukar juga aktif melakukan edukasi langsung kepada pengunjung. Salah satunya dengan membagikan buku budaya cetak sebagai media literasi dan promosi kebudayaan lokal.

Tak hanya Museum Kayu, partisipasi Kukar di PKD juga mendapat dukungan dari kelompok seni dan budaya Pekan Taka, yang ikut memperkuat narasi budaya daerah dalam kegiatan ini.

Capaian ini menegaskan komitmen Pemkab Kukar melalui Disdikbud dalam menjaga serta mempromosikan warisan budaya lokal di tingkat provinsi. PKD pun menjadi panggung yang tepat untuk menunjukkan bahwa budaya daerah bukan sekadar masa lalu, tapi juga kekuatan identitas yang terus hidup. (adv/disdikbudkukar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button