3.200 Masker Diserahkan Kepada 350 Penari Massal Erau 2026

penakaltim.id Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, telah menyalurkan sekitar 5.000 masker kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Setianto Nugroho Aji mengatakan, kondisi cuaca yang panas dan kering dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan. Menurut dia, asap yang ditimbulkan karhutla turut memengaruhi kualitas udara, termasuk di wilayah Tenggarong.
“Kebakaran hutan dan lahan ini efeknya muncul asap yang memengaruhi penurunan kualitas udara, khususnya kita yang ada di Tenggarong,” ujar Setianto kepada wartawan, Kamis, 3 September 2026.
Masker disalurkan ke sekolah hingga peserta Tari Massal Erau
Selain melakukan penanganan terhadap titik-titik kebakaran, BPBD Kukar melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak paparan asap terhadap masyarakat.
Salah satunya melalui pembagian masker. Bantuan tersebut diberikan di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Samboja dan beberapa sekolah.
Masker juga disalurkan kepada peserta Tari Massal Erau 2026 yang tengah menjalani latihan untuk persiapan rangkaian seremoni Erau. Setianto mengatakan, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan.
“Selama kegiatan di luar ruangan atau di lapangan juga perlu banyak minum air putih, mengonsumsi vitamin agar kesehatan tetap terjaga,” katanya.
Hingga Kamis, BPBD Kukar mencatat sekitar 5.000 masker telah dibagikan kepada masyarakat.
“Total kurang lebih sudah kita bagikan 5.000 masker,” ujar Setianto.
Distribusi masker masih akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta perkembangan kualitas udara di masing-masing wilayah.
BPBD Kukar juga berencana menjangkau kecamatan yang berdasarkan pemantauan masih mengalami kualitas udara dalam kategori tidak sehat.
Setianto mengatakan, informasi mengenai kondisi kualitas udara diperoleh BPBD Kukar dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Timur.
“Informasinya memang ada beberapa titik yang kualitas udaranya masuk kategori tidak sehat,” katanya.
3.200 masker untuk 350 penari
Salah satu kelompok yang menerima bantuan tersebut adalah peserta Tari Massal Erau 2026.
Pimpinan Produksi Tari Massal Erau 2026, Misra Budiarto Ax, mengatakan pihaknya menerima 3.200 masker dari Pemerintah Kabupaten Kukar.
Masker tersebut diperuntukkan bagi 350 penari yang menjalani latihan selama delapan hari.
Para penari berlatih di ruang terbuka, yakni kawasan Stadion Rondong Demang, Tenggarong. Latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan seremoni Erau 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026.
Menurut Misra, kondisi udara menjadi perhatian karena para penari harus menjalani latihan di tengah paparan asap dan debu. Penggunaan masker diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama latihan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Kami berterima kasih kepada pemerintah karena telah memperhatikan kesehatan anak-anak yang akan tampil nantinya,” kata Misra.




