Kukar Siapkan hingga 1.700 Personel untuk Porprov Kaltim di Paser

penakaltim.id Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mulai mematangkan kebutuhan kontingen yang akan dikirim ke Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Jumlah atlet dan ofisial yang disiapkan diperkirakan mencapai 1.600 hingga 1.700 orang.
Persiapan tersebut turut dibahas Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara bersama jajaran pemerintah daerah dan organisasi olahraga dalam rapat dengar pendapat pada Senin, 21 September 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Badan Musyawarah DPRD Kukar dengan melibatkan Dispora, dan perwakilan pengurus cabang olahraga daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Kukar Andi Faisal mengatakan kebutuhan kontingen pada prinsipnya telah diperhitungkan dalam perencanaan pemerintah daerah. Sejumlah komponen yang disiapkan mencakup akomodasi, transportasi, perlengkapan kontingen, hingga uang saku bagi atlet.
“Secara prinsip, anggaran untuk Porprov di Kabupaten Paser tidak masalah,” kata Andi seusai rapat.
Dari pembahasan tersebut, terdapat 64 cabang olahraga yang sebelumnya masuk dalam persiapan kontingen Kukar. Namun, jumlah itu masih dapat berubah karena cabang olahraga barongsai tidak mengikuti Porprov tahun ini.
DPRD Kukar memberi perhatian khusus terhadap waktu pencairan uang saku atlet. Andi berharap pembayaran dapat dilakukan sebelum kontingen meninggalkan Kukar sehingga atlet memiliki kepastian mengenai kebutuhan selama mengikuti pertandingan.
Menurut dia, uang saku paling lambat diterima tiga hari sebelum keberangkatan. Hal tersebut menjadi penting karena sejumlah atlet melakukan persiapan melalui latihan mandiri sebelum berlaga.
Selain kebutuhan finansial, kontingen juga akan dibekali pakaian untuk mengikuti defile. Pemerintah daerah turut menyiapkan tempat tinggal selama rombongan berada di Paser.
Hingga pembahasan tersebut berlangsung, sekitar 150 kamar telah dipesan untuk kebutuhan kontingen. Sementara urusan transportasi menuju Paser dan selama pelaksanaan pertandingan dikoordinasikan bersama masing-masing cabang olahraga.
Ada pula persoalan dua atlet Kukar yang saat ini sedang menjalani pendidikan di Surabaya. Pembiayaan perjalanan keduanya menuju Paser masih menunggu hasil konsultasi dengan Inspektorat.
Andi meminta Dispora memastikan lebih dulu dasar hukum pembiayaan tersebut. Jika perjalanan dua atlet itu tidak dapat dibiayai melalui mekanisme pemerintah daerah, DPRD Kukar akan mencari alternatif penyelesaiannya.
“Kita tunggu hasil konsultasi Dispora ke Inspektorat. Yang pasti, dua atlet itu tetap semangat. Kami yakini tetap akan bertanding bagaimanapun caranya,” ujarnya.
Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan seluruh cabang olahraga terkait teknis keberangkatan kontingen. Pengaturan perjalanan dan kebutuhan atlet tidak sepenuhnya diseragamkan karena setiap cabang memiliki jadwal pertandingan yang berbeda.
Menurut Aji, pola tersebut membuat masing-masing cabor dapat menyesuaikan keberangkatan atlet dengan jadwal pertandingan, waktu istirahat, serta kebutuhan konsumsi selama berada di Paser.
“Semua yang kita persiapkan sudah terkoordinasi dengan kawan-kawan cabor,” ujar Aji.
Untuk uang saku, Dispora masih berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kukar. Target pemerintah daerah, pencairan dapat dilakukan tiga hari sebelum atlet berangkat.
Besaran uang saku nantinya tidak dihitung berdasarkan lamanya seluruh kontingen berada di Paser. Setiap atlet akan memperoleh sesuai jumlah hari pertandingan yang dijalani dan standar biaya yang telah ditetapkan. Aji mengatakan jadwal resmi pertandingan yang diterbitkan Panitia Besar Porprov menjadi dasar perhitungan tersebut. (adv/dprdkukar)




