Indikator Beasiswa Kutim Tuntas Dinilai Masih Salah Fokus

Sangatta – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Trisno, menyoroti adanya kekeliruan fundamental dalam penentuan indikator keberhasilan program Beasiswa Kutim Tuntas. Selama ini, efektivitas program tersebut dinilai masih terjebak pada paradigma penyerapan anggaran, bukan pada jangkauan penerima manfaat secara nyata.
Trisno menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program pendidikan tidak boleh hanya diukur dari seberapa besar dana yang berhasil dikucurkan setiap tahunnya. Menurutnya, orientasi perencanaan harus diubah total untuk memastikan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kutai Timur dapat tercapai secara terukur hingga tahun 2029.
“Sekarang indikatornya apa? Uang. Itu tidak bisa. Indikator yang benar adalah berapa banyak masyarakat Kutim yang bisa kita beri beasiswa. Fokus kita harus pada manusianya, bukan sekadar menghabiskan angka di atas kertas,” ujar Trisno dengan tegas.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pola perencanaan saat ini yang bersifat kaku. Sebagai contoh, jika anggaran ditetapkan sebesar Rp5 miliar, maka target program hanya berhenti pada angka tersebut. Padahal, kebutuhan riil mahasiswa di lapangan bisa jadi jauh melampaui alokasi yang tersedia. Trisno mendorong pemerintah untuk lebih fleksibel dan kolaboratif dalam mencari sumber pendanaan alternatif.
“Targetnya jangan duit. Kalau kebutuhannya Rp10 miliar sementara anggaran hanya Rp5 miliar, kita bisa cari solusi, misalnya dikombinasikan dengan beasiswa perusahaan melalui program CSR. Jangan karena anggaran terbatas, lalu jumlah penerima dipangkas tanpa mencari jalan keluar lain,” jelasnya lagi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi dan sinkronisasi data antara Bagian Kesra dengan OPD terkait. Perencanaan yang berbasis data akurat akan memastikan distribusi beasiswa lebih tepat sasaran. Dengan perbaikan indikator ini, diharapkan Beasiswa Kutim Tuntas tidak hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi menjadi motor penggerak transformasi pendidikan bagi seluruh generasi muda di Kutai Timur.




