Pariwara Diskominfostaper Kutai Timur

Bupati Kutim Tinjau Kebun Melon 1.500 Hektare, Dorong Pengembangan Hortikultura Pesisir

SANGATTA – Sektor pertanian hortikultura di wilayah pesisir Kutai Timur (Kutim) menunjukkan potensi yang menjanjikan. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, meninjau langsung kebun buah melon milik petani Sunyoto seluas 1.500 hektare di Desa Bukit Pandan Jaya, Kecamatan Teluk Pandan, Senin (15/12/2025).

Kebun melon tersebut menjadi contoh sukses pengembangan pertanian produktif di daerah pesisir. Dalam satu kali masa panen, kebun ini mampu menghasilkan sekitar 30 ton buah melon berkualitas tinggi.

Kunjungan Bupati Ardiansyah berlangsung dengan meninjau langsung kondisi kebun dan proses budidaya melon. Ia juga berdialog dengan pemilik kebun untuk memahami tantangan dan peluang dalam pengembangan hortikultura di wilayah tersebut.

“Potensi pertanian seperti ini perlu terus didorong. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujar Ardiansyah Sulaiman.

Bupati menekankan bahwa pengembangan hortikultura, termasuk budidaya melon, memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih luas, khususnya di Kecamatan Teluk Pandan. Karakteristik lahan dan iklim di wilayah ini dianggap sangat mendukung pertumbuhan tanaman buah.

Ardiansyah mengapresiasi kerja keras petani lokal yang mampu mengelola lahan secara produktif. Menurutnya, keberhasilan petani seperti Sunyoto tidak hanya mendorong ketahanan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan kontribusi ekonomi lokal.

Pemkab Kutim berkomitmen memberikan dukungan teknis, pelatihan inovasi budidaya, hingga kemudahan akses pasar bagi petani. Dukungan ini diharapkan memastikan hasil panen yang melimpah dapat terserap dengan baik dan menguntungkan para petani.

Kunjungan kerja Bupati juga bertujuan memberi motivasi langsung bagi petani untuk terus berinovasi dan meningkatkan hasil produksi. Menurutnya, inovasi dan kerja keras petani lokal menjadi kunci utama menuju ketahanan pangan mandiri di Kutim.

Melalui pengembangan budidaya melon di skala besar ini, Pemkab berharap Teluk Pandan dapat menjadi sentra produksi hortikultura andalan Kutim. Jika potensi ini terus digenjot, hasilnya tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dapat dipasarkan secara regional.

Bupati Ardiansyah menambahkan, Pemkab akan terus berupaya mengatasi tantangan yang dihadapi petani, mulai dari pengairan, hama, hingga pemasaran hasil panen. Semua upaya ini dilakukan untuk mewujudkan visi kesejahteraan petani dan kemandirian pangan daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button