Persiapan MTQ Kaltim 2026 di Kukar Capai 80 Persen, Anggaran Diperkirakan Rp 8 Miliar

TENGGARONG – Persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencapai sekitar 80 persen. Pemerintah daerah masih mematangkan sejumlah kebutuhan, mulai dari penetapan lokasi lomba, pelayanan kafilah, hingga pembagian tanggung jawab pembiayaan dengan pemerintah provinsi.
MTQ Kaltim 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3–11 Desember 2026. Untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan, Pemkab Kukar kembali menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kukar pada Kamis (8/10/2026).
Rapat itu dipimpin Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kukar, Dafip Haryanto. Usai rapat tersebut ia mengatakan, koordinasi dilakukan untuk memastikan setiap bidang kepanitiaan menjalankan persiapan sesuai tugasnya.
Pembahasan mencakup seksi acara, liaison officer (LO), publikasi dan dokumentasi, pameran, serta pawai. Panitia juga kembali berkoordinasi dengan vendor yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
“Nantinya juga akan ada pemaparan lanjutan untuk menyesuaikan persiapan dengan panitia provinsi,” kata Dafip.
Menurut dia, beberapa agenda masih memerlukan penyesuaian setelah koordinasi dengan LPTQ Provinsi Kalimantan Timur. Hal itu antara lain menyangkut pelaksanaan pawai taaruf, lokasi kegiatan dewan hakim, serta pengaturan waktu dalam rangkaian acara.
Panitia menjadwalkan kedatangan kafilah pada 2 Desember 2026, sehari sebelum pembukaan MTQ. Sementara itu, peserta direncanakan kembali ke daerah masing-masing pada 12 Desember 2026, setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Untuk mendukung pelaksanaan lomba, LPTQ Kukar akan mengundang kepala OPD yang fasilitasnya direncanakan menjadi arena pertandingan. Pertemuan tersebut diperlukan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus memperjelas tanggung jawab masing-masing instansi.
Pelayanan terhadap kafilah juga menjadi bagian dari persiapan yang masih berjalan. Panitia melalui LO telah memulai koordinasi mengenai kebutuhan peserta selama berada di Kukar.
Komunikasi lanjutan dijadwalkan pada 15 Oktober 2026, dengan pembahasan meliputi transportasi, konsumsi, dan pendampingan kafilah. Panitia juga telah memberikan informasi mengenai alternatif penginapan, mulai dari hotel hingga homestay.
Kafilah dapat memilih tempat menginap sesuai kebutuhan masing-masing. Panitia menyiapkan informasi dan kontak person untuk membantu peserta memperoleh layanan selama mengikuti MTQ.
Dari sisi pembiayaan, kebutuhan penyelenggaraan MTQ Kaltim 2026 diperkirakan berkisar Rp 7 miliar hingga Rp 8 miliar. Pemkab Kukar juga berharap dukungan dunia usaha dapat membantu memenuhi kebutuhan kegiatan tersebut.
Sejumlah komponen anggaran masih perlu dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi, termasuk biaya akomodasi dewan hakim dan penyediaan hadiah bagi para juara. Pembahasan itu diperlukan untuk memperjelas pembagian tanggung jawab pembiayaan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. Adapun kebutuhan yang menjadi kewenangan Pemkab Kukar akan dibiayai melalui APBD Kabupaten Kutai Kartanegara. (adv/diskominfokukar)




