Pascakebakaran Danau Aji, Pemkab Kukar Evaluasi Sumber Air di Permukiman Padat

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan mengevaluasi ketersediaan sumber air di kawasan permukiman padat penduduk menyusul kebakaran besar di Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Tenggarong. Evaluasi ini diarahkan untuk mengatasi kendala pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat fasilitas pendukung penanggulangan kebakaran. Hal itu disampaikannya saat meninjau lokasi kebakaran pada Kamis (8/10/2026).
“Ini termasuk salah satu kebakaran terbesar yang terjadi di Kutai Kartanegara,” kata Aulia di lokasi kejadian.
Menurut dia, keterbatasan akses menuju sejumlah titik permukiman menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan. Karena itu, pemerintah daerah akan memetakan kebutuhan sarana pendukung, termasuk memastikan ketersediaan air di kawasan yang tidak mudah dijangkau armada pemadam.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah memanfaatkan dana RT pada 2027 untuk mendukung penyediaan fasilitas tersebut. Pemerintah akan menyesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
“Kita berkomitmen bahwa dana RT tahun depan tidak kita kurangi,” ujar Aulia.
Ia menjelaskan, penguatan fasilitas di tingkat RT dapat diarahkan untuk membantu penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk. Ketersediaan air menjadi salah satu aspek yang akan diperhatikan, khususnya di lingkungan dengan akses terbatas bagi kendaraan pemadam.
“Untuk kawasan-kawasan padat penduduk, salah satu penguatan dana RT tahun depan adalah bagaimana memastikan ketersediaan air di setiap sudut pemukiman,” katanya.
Meski demikian, pemanfaatan dana RT bukan satu-satunya pilihan. Pemkab Kukar akan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan untuk menentukan skema pembiayaan yang sesuai.
“Kalau memang bisa ditangani dengan dana RT, kita akan coba optimalkan pembiayaan di dana RT,” tutur Aulia.
Di tengah upaya mengevaluasi kesiapsiagaan bencana, Pemkab Kukar juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak kebakaran. Saat berdialog dengan korban, Aulia menerima masukan mengenai kebutuhan perlengkapan rumah tangga, termasuk peralatan memasak.
Ia menilai, bantuan bahan makanan perlu diimbangi dengan ketersediaan alat untuk mengolahnya. Tanpa perlengkapan tersebut, bantuan pangan yang diterima warga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menindaklanjuti masukan itu, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui pelaksana tugas camat. Pada Kamis (8/10/2026), Baznas menyalurkan sejumlah perlengkapan memasak bagi warga terdampak.
Sementara itu, kebutuhan konsumsi selama penanganan bencana dipenuhi melalui dapur umum yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama personel pemadam kebakaran dan relawan. Dapur umum tersebut menyiapkan makanan bagi korban, relawan, serta petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Dalam peninjauan itu, Aulia juga mengapresiasi keterlibatan petugas pemadam kebakaran, BPBD, jajaran kecamatan dan kelurahan, serta relawan yang membantu penanganan sejak awal kejadian.
Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu memastikan kebutuhan warga tertangani sekaligus menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. (adv/diskominfokukar)




