Dinsos Kukar Siapkan Sembako hingga Seragam Sekolah untuk Korban Kebakaran Tenggarong

TENGGARONG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Penyaluran bantuan akan dilakukan setelah pemerintah setempat merampungkan pendataan kebutuhan para korban.
Kepala Dinsos Kukar, Rinda Desianti, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan mendirikan dapur umum pada malam setelah kebakaran terjadi, Senin (5/10/2026). Layanan tersebut dibuka melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.
“Sementara dapur umum sudah kita buka,” kata Rinda, Rabu (7/10/2026).
Selain menyediakan makanan, Dinsos Kukar tengah mempersiapkan bantuan sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Pemerintah kecamatan dan kelurahan diminta melengkapi data korban agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Rinda menilai pendataan tidak cukup hanya mencatat jumlah warga terdampak. Pemerintah juga perlu mengidentifikasi kebutuhan setiap keluarga, termasuk kelompok rentan dan anak-anak yang memerlukan perlengkapan khusus.
“Data yang ada ini selalu data sementara. Kami ingin data yang detail,” ujarnya.
Sejumlah bantuan yang disiapkan meliputi paket sembako, popok dan perlengkapan mandi untuk bayi, pakaian bagi warga lanjut usia, serta seragam sekolah untuk anak-anak korban kebakaran.
Dinsos Kukar juga berencana menjalin koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur guna memperkuat dukungan bagi warga terdampak. Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah kecamatan dan kelurahan diminta segera menyerahkan data penerima beserta surat permohonan bantuan.
Menurut Rinda, kelengkapan administrasi menjadi salah satu faktor yang menentukan kecepatan penyaluran bantuan. Setelah data diterima, pihaknya menargetkan distribusi dapat segera dilakukan agar kebutuhan dasar korban bisa terpenuhi.
Di sisi lain, Dinsos Kukar masih mengevaluasi kelanjutan operasional dapur umum. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi pengungsi, termasuk warga yang mulai tinggal sementara di rumah kerabat.
Perubahan lokasi tinggal tersebut turut memengaruhi kebutuhan layanan makanan di pos pengungsian. Karena itu, masa operasional dapur umum belum ditetapkan secara pasti dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Dapur umum juga dievaluasi, apakah harus sampai tujuh hari atau cukup sampai besok,” tuturnya. (adv/diskominfokukar)




