PAD Pariwisata Kukar Hampir Rp1 Miliar, Pantai Tanah Merah Jadi Penyumbang Terbesar

TENGGARONG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) hampir menyentuh Rp1 miliar hingga Juli 2026. Dari capaian tersebut, Pantai Tanah Merah di Kecamatan Samboja menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai Rp579 juta.
Realisasi tersebut mencakup seluruh destinasi wisata yang dikelola Dinas Pariwisata Kukar. Hingga akhir Juli, PAD yang berhasil dihimpun tercatat sekitar Rp998 juta atau hampir 71 persen dari target tahunan sebesar Rp1,4 miliar.
Capaian itu membuat Pemkab Kukar optimistis target PAD sektor pariwisata tahun ini dapat terpenuhi sebelum tutup buku 2026.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Darmawan, mengatakan Pantai Tanah Merah menjadi destinasi dengan kontribusi terbesar terhadap penerimaan daerah. Objek wisata yang berada di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, tersebut menyumbang lebih dari separuh total PAD pariwisata hingga Juli.
“Alhamdulillah, PAD Pantai Tanah Merah sudah menyentuh Rp579 juta sampai akhir Juli 2026,” kata Awang.
Menurut dia, tingginya penerimaan tersebut tidak terlepas dari pola kunjungan wisatawan yang cenderung meningkat pada momentum tertentu. Lonjakan kunjungan umumnya terjadi saat libur panjang dan musim liburan.
Kunjungan tercatat meningkat pada Januari bertepatan dengan momentum Tahun Baru. Tren kembali menguat pada Maret saat libur Lebaran dan meningkat lagi pada Juni ketika memasuki masa libur sekolah.
“Hampir semua destinasi trennya naik di Januari dan Maret, lalu kembali melandai. Sempat naik lagi di Juni saat liburan anak sekolah, kemudian melandai lagi di Juli. Tapi perolehannya sudah sangat lumayan,” ujarnya.
Selain Pantai Tanah Merah, Dinas Pariwisata Kukar mengelola sejumlah destinasi yang menjadi bagian dari pengembangan wisata berbasis alam, edukasi, dan budaya.
Destinasi tersebut antara lain Pulau Kumala, Planetarium Jagad Raya, Waduk Panji Sukarame, serta Taman Tugu Equator di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu.
Dengan realisasi Rp998 juta hingga Juli, masih tersisa sekitar lima bulan bagi Dinas Pariwisata Kukar untuk mengejar target Rp1,4 miliar. Periode tersebut dinilai masih cukup untuk meningkatkan penerimaan, terutama dengan adanya sejumlah momentum libur dan kegiatan wisata hingga akhir tahun.
“Ini baru berjalan satu semester ditambah bulan Juli, perolehan sudah hampir Rp1 miliar. Dengan sisa lima bulan ke depan, kami sangat optimistis dapat mencapai target PAD yang telah diberikan,” tegas Awang.
Capaian tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa pengelolaan destinasi wisata daerah mulai memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah, sekaligus membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.




