PariwaraPariwara Diskominfo Kukar

Bupati Kukar Siapkan Pendampingan Psikologis bagi Anak Korban Kebakaran Loa Ipuh

TENGGARONG – Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pendampingan psikologis dan dukungan pendidikan bagi anak-anak yang kehilangan ayah dan dua anggota keluarga dalam kebakaran di Tenggarong. Langkah ini disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat mengunjungi keluarga korban, Minggu (18/10/2026).

Aulia mengatakan, penanganan korban kebakaran tidak berhenti pada pemberian bantuan darurat. Pemulihan psikologis juga menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak yang mengalami kehilangan anggota keluarga akibat peristiwa tersebut.

“Untuk jangka pendek, kita berusaha memulihkan kondisi dan memastikan aktivitas sehari-hari para korban tidak terhambat,” ucap Aulia.

Diketahui, dalam kebakaran yang terjadi pada Selasa malam (13/10/2026) itu, Hamri Noor, 42 tahun, meninggal dunia setelah mengalami luka bakar hingga 80 persen. Ia sempat menjalani perawatan di RSUD A.M. Parikesit, Tenggarong Seberang, sebelum meninggal pada Rabu malam (14/10/2026).

Hamri mengalami luka bakar ketika berupaya menyelamatkan kedua anaknya, Ahmad Ali, 7 tahun, dan Husein, 3 tahun. Kedua anak tersebut juga meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran itu.

Menurut Aulia, kehilangan anggota keluarga dalam kondisi traumatis dapat berdampak terhadap psikologis anak. Karena itu, pemerintah telah mendatangkan psikolog untuk memberikan pendampingan agar anak-anak yang terdampak dapat menjalani proses pemulihan secara bertahap.

Pemerintah daerah juga berupaya menjaga agar anak-anak yang selamat tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. Dukungan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan keluarga.

Aulia menekankan penanganan keluarga korban melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai dengan tugas masing-masing. Pemkab Kukar berupaya memastikan dukungan yang diberikan tidak hanya membantu kebutuhan awal, tetapi juga mendukung pemulihan psikologis dan keberlanjutan kehidupan anak-anak yang terdampak. (adv/diskominfokukar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button