PariwaraPariwara Diskominfo Kukar

Anggana Siapkan Kampung Nelayan Hingga SPBN

TENGGARONG – Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyiapkan dua proyek penunjang sektor perikanan, yakni Kampung Nelayan dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Kedua proyek tersebut direncanakan berjalan di Desa Handil Terusan untuk mendukung aktivitas nelayan, terutama dalam mengatasi persoalan harga dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Camat Anggana, Rokip, mengatakan pemerintah kecamatan turut berperan dalam mempersiapkan pelaksanaan program, terutama melalui koordinasi dengan pemerintah desa terkait penyediaan lahan dan kondisi di lapangan. Menurut dia, keberadaan SPBN dibutuhkan karena nelayan di Kecamatan Anggana selama ini menghadapi kendala dalam memperoleh BBM dengan harga terjangkau.

“Harapannya para nelayan itu terkait akses BBM bisa mendapatkan harga murah. Jadi, proses aktivitas nelayan nantinya tidak terhenti gara-gara kehabisan BBM dan dengan harga yang mahal,” ujar Rokip, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia berharap, setelah SPBN beroperasi, nelayan dapat memperoleh BBM dengan harga sesuai ketentuan, termasuk bahan bakar bersubsidi bagi mereka yang memenuhi persyaratan. Ketersediaan pasokan juga diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nelayan setempat.

Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut tetap memerlukan kelengkapan administrasi. Rokip menjelaskan, nelayan perlu memiliki dokumen identitas yang dipersyaratkan agar dapat terdata dan mengakses layanan sesuai ketentuan.
Berdasarkan data yang dihimpun, lebih dari 400 nelayan sebelumnya telah mengajukan pengurusan dokumen tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 250 nelayan disebut telah menyelesaikan proses pengurusan, sedangkan sisanya masih dalam tahap pengajuan.

Selain SPBN, pembangunan Kampung Nelayan diharapkan dapat memperkuat pengelolaan kegiatan perikanan di Anggana. Kawasan tersebut direncanakan menjadi tempat terintegrasinya sejumlah aktivitas nelayan, termasuk pengelolaan hasil tangkapan dan fasilitas pemasaran.

Rokip menyebut, keberadaan tempat pelelangan ikan yang direncanakan dalam kawasan Kampung Nelayan dapat membantu menyediakan akses pasar bagi hasil tangkapan. Dengan demikian, pengelolaan kegiatan perikanan diharapkan menjadi lebih terarah.

“Nanti Kampung Nelayan itu semacam manajemennya, terkait dengan pengolahan kenelayanan nantinya akan di situ semua,” katanya.

Pembangunan kedua fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan perikanan tangkap di Anggana, mulai dari pemenuhan kebutuhan operasional melaut hingga pengelolaan dan pemasaran hasil tangkapan. Meski demikian, manfaatnya bagi nelayan akan bergantung pada kesiapan fasilitas, ketersediaan BBM, serta pemenuhan persyaratan administrasi oleh nelayan. (adv/diskominfokukar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button