Menu

Mode Gelap
Didi Tasidi, Pria Asal Kutai Kartanegara Calon Kuat Jaksa Agung RI Misra Seniman Yang Siap Maju Menjadi Legislator Kukar Tiga Wanita Hamil yang Ditahan dalam Kasus Judi di Kukar, Diharap Menerima Penangguhan Penahanan Bacaleg Muda Nasdem Kukar Annisa Mulia Utami Siap Bertarung di Pesta Demokrasi 2024 Pengantaran Berkas Bacaleg PDI Perjuangan Kukar Diiringi Pawai Baju Adat Nusantara

Kalimantan Timur · 9 Mar 2022 15:36 WIB ·

Mantan Seniman Lembaga Pembinaan Kesenian Kutai (LPKK), Laksanakan Haul dan Doa Bersama Kenang Seniman yang Telah Tutup Usia


Mantan Seniman Lembaga Pembinaan Kesenian Kutai (LPKK), Laksanakan Haul dan Doa Bersama Kenang Seniman yang Telah Tutup Usia Perbesar

penakaltim.com Pada hari Rabu, 9 Maret 2022, bertempat di taman rekreasi Kembang Jaong, Tenggarong, Kutai Kartanegara, sejumlah 40 orang seniman dan seniwati yang dahulu tergabung dalam Lembaga Pembinaan Kebudayaan Kutai (LPKK). Menyelenggarakan haul dan doa bersama untuk mengenang 62 orang seniman asal Kukar, yang telah tutup usia.

Kegiatan ini diketahui di perakarsai oleh mantan pengurus, seniman, dan seniwati, yang pernah mengabdi di LPKK. Sejak tahun 1972 hingga 2008 atau selama 40 tahun lamanya berkarya. Sebelum akhirnya lembaga ini vakum tahun 2008, lalu. Kegiatan ini bukan hanya mendoakan para seniman yang telah wafat, namun juga menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia para seniman yang pernah berkarya bersama.

Melalui, Mantan Ketua Lembaga Pembinaan Kebudayaan Kutai (LPKK), Misra Budiarto, menjelaskan, bahwa kegiatan haul bagi seniman dan seniwati asal Kukar, ini. Adalah sebuah bentuk penghargaan kepada seniman yang telah tutup usia. Dan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar mantan seniman LPKK.

Kembali dijelaskannya, dari 62 orang seniman yang telah berpulang, dahulunya mereka telah berkecimpung di dunia seni Kukar sejak tahun 1972 hingga tahun 2008, dan tak terhitung lagi karya dan pertunjukkan seni yang telah ditampilkan, mulai tradisi dan kontenporer.

“Karya seni yang sudah ditampilkan seniman LPKK tidak tehitung lagi, dari mulai pendirinya pak zais, pagelaran seperti Erau, acara tingkat nasional maupun mengunjungi 20 negara lain untuk promosi budaya Kutai Kartanegara,” sebutnya.

Selain itu dengan pernah adanya LPKK, semua seniman asal kukar mulai dari perorangan, kelompok, dan komunitas, semua berkarya bersama, di lembaga itu. Bila di hitung ada ribuan seniman yang pernah tergabung dalam LPKK, dimulai, penyanyi, pemusik, penari, teater, tarsul, dan sastrawan. “Dan semua bidang kesenian saat itu jalan semua,” jelasnya.

Saat ini dirinya dan para seniman lainnya yang pernah berkarya bersama, juga berpesan. Agar pemerintah daerah saat ini bisa memprioritaskan seni dan budaya di Kukar. Pasalnya daerah ini kaya akan seni maupun budaya yang patut dilestarikan. Namun kenapa sekarang seni dan budaya daerah saat ini seperti tidak lagi ada daya tarik. Nilainya, karena kurangnya support dan lembaga yang menaungi. Selain itu, dalam waktu dekat Ibu Kota Negara “Nusantara” segera berdiri di Kaltim, “maka harus ada keseriusan untuk mempertahankan dan melestarikan kesenian asli Kukar,” akhirnya.

Selain itu, Mantan Sekertaris LPKK, Erwin Junaidi, menambahkan. Seniman asal Kukar dahulu disebutnya sangat terkenal dan karya-karyanya juga telah melalang buana, dari tingkat nasional dan internasional.

Masih membekas di ingatannya. “Prestasi kita saat itu pada tahun 78 juara satu nasional untuk tari tradisional, dengan membawa tarian gantar pahlawan. Dan saya sebagai salah satu penari saat itu,” sebutnya.

Lanjutnya, dahulu dalam kegiatan seni yang digagas pemerintah daerah LPKK tidak pernah luput dari fungsinya. Pihaknya selalu terlibat untuk memberikan pelatihan dan memperkenalkan kearifan lokal tujuan utamanya yakni agar Kukar di kenal oleh domestik dan mancanegara.

Selain itu disebutnya, bahwa saat ini nilainya pihak-pihak terkait, minim melakukan regenerasi seniman. Oleh sebab itu sebetulnya dengan adanya kelompok seni saat ini dapat menjadi solusi untuk mengembalikan marwah seni kutai. Dan jika bisa, LPKK bisa kembali di revitalisasi atau dihidupkan agar fokus untuk melestarikan seni dan budaya setempat.

“Kita juga menyarankan pemerintah daerah agar bisa menghidupkan kembali lembaga seni ini, dimana khusus untuk menaungi seni dan budaya daerah,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Didi Tasidi, Pria Asal Kutai Kartanegara Calon Kuat Jaksa Agung RI

15 Juni 2024 - 15:12 WIB

Ribuan Jamaah Hadiri Tausiah Ustad Abdul Somad Di Masjid Al-Qadar Tenggarong

17 Mei 2024 - 17:02 WIB

24 Februari 2024 - 18:31 WIB

Menang di Pileg, DPC PDI Perjuangan Kukar Klaim Rebut Kursi Ketua DPRD

17 Februari 2024 - 10:44 WIB

Suasana rilis resmi hasil hitung cepat yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan Kukar. (Istimewa)

Rancangan Peraturan Kemenaker Ancam Nasib Buruh Pelabuhan Kuala Samboja

29 Januari 2024 - 18:44 WIB

Satukan Hatimu Majukan Daerahmu, Memang Mia Setelannya

24 Desember 2023 - 11:09 WIB

Trending di Kalimantan Timur